Baby Maybe

Baby Maybe

Summary : Bagaimana jadinya kalau saat Changmin membuka matanya di pagi hari bukan sosok Kyuhyun yang menyapa paginya tapi justru seorang bayi yang mirip dengan Kyuhyunnya.

Disclaimer : Sadly, none of them were mine. I don’t have that much money to pay their ransom from SM -.-

Rating : Semi-M (Mushy), lol

Word count : 4.523

Warning : as usual, this is ChangKyu fanfiction which meant Changmin and Kyuhyun together in a relationship and yes, they’re both guys. Any problem with that? Just don’t read any further^^

A glimpse of Yunjae, really brief that you might missed it.

p.s : a repost from my acc in fanfiction.net

.

.

.

.

.

.

.

.

BLAM

Pintu apartemen mewah itu tertutup dengan kuat, seakan tidak perduli dengan keributan yang baru saja mereka buat, sosok pria yang lebih tinggi dari dua orang pria yang baru saja masuk dan menutup pintu apartemen tersebut dengan tidak berperikepintuan itu justru mendorong tubuh pria yang lebih kecil dari keduanya, tubuh yang sekarang terlihat sedikit berisi itu menubruk pintu yang sebelumnya telah tertutup dengan cukup kuat sampai sang pria meringis saat merasakan bagaimana kerasnya pintu menghantam punggungnya. Tapi, belum sempat bibir pinkishnya terbuka untuk mengeluarkan omelan justru bibir itu telah terbungkam oleh sepasang bibir lain yang lebih tebal, bibir si pemilik tubuh tinggi sekaligus pemilik apartemen itu.

Kedua mata bulat itupun tertutup, tubuhnya merileks saat kedua bibir penuh itu mulai mengecupi bibir pinkishnya. Kecupan-kecupan ringan yang lama kelamaan berubah menjadi lumatan dan hisapan. Sebuah gigitan kecil di bibirnya seperti tanda untuknya agar memberikan akses yang diinginkan sang pria tinggi, mengerti dengan permainan kekasihnya itu, Kyuhyun-si pria bertubuh lebih kecil dan juga lebih berisi-membuka mulutnya, mempersilahkan lidah Changmin-pria yang bertubuh lebih tinggi sekaligus si pemilik apartemen- untuk mengeksplor lebih jauh lagi.

Changmin merapatkan tubuhnya kepada Kyuhyun, mengunci pergerakan pria manis itu dengan sengaja memposisikan salah satu kakinya diantara kedua tungkai Kyuhyun. Changmin juga menahan tangan Kyuhyun dengan mencekal pergelangan tangan itu dan menahannya di sisi tubuh Kyuhyun yang sepertinya sudah mulai melemas karena ciumannya.

Changmin sedikit tersenyum saat mendapati tangan Kyuhyun yang bebas sekarang justru mencengkram bagian depan baju Changmin dengan kuat, menumpukan tubuhnya di tubuh Changmin yang lebih tinggi juga lebih besar darinya.

Sadar kalau Kyuhyun mulai kehabisan nafas, Changmin melepaskan ciumannya, membiarkan Kyuhyun mengambil nafasnya kembali.

“Haah…haah…” desah Kyuhyun dengan bibir terbuka, Changmin menyeringai melihat bagaimana ekspresi Kyuhyun saat ini seakan-akan meminta dirinya untuk menjamahnya lebih jauh.

Kedua bibir yang telah memerah dan bengkak itu tengah terbuka, desahan halus keluar dari sela-selanya, pipi tembam dan pucat itu sekarang sedikit memerah dan jangan lupakan mata bulat nan indah yang sekarang telah basah dan balik menatapnya, Kyuhyun berkedip beberapa kali, membuat bulu matanya yang panjang dan lentik ikut bergerak-gerak menambah kecantikan dari si pemilik wajah manis itu. Changmin sungguh tidak sanggup untuk menghentikan keinginannya ‘memakan’ Kyuhyun saat itu juga. Memakan Kyuhyunnya yang manis dan lembut seperti cream puff. Slrrp…Changmin menelan ludahnya, mencoba bersabar.

“Min…” cara Kyuhyun yang memanggil namanya dengan sedikit mendesah seperti memutuskan benang terakhir yang mengikat jiwa buas di dalam diri Changmin. Pria tinggi itu kembali melumat bibir pinkish Kyuhyun yang terbuka, menahan semua kalimat yang akan dikeluarkan pria yang lebih tua darinya 15 hari itu.

“Engh…” erangan keluar dari sela-sela bibir Kyuhyun yang tengah disantap oleh Changmin saat dengan sengaja pria yang lebih tinggi darinya itu menggesekkan kakinya yang saat ini tengah berada diantara kedua kaki Kyuhyun yang terbuka, jemari panjang Kyuhyun semakin mencengkram kemeja yang dipakai Changmin.

Dengan sedikit sentakan Changmin menarik tubuh Kyuhyun yang sejak beberapa menit lalu telah melemas, membawa tubuh yang lebih kecil darinya itu untuk berjalan masuk ke dalam apartemen tanpa melepaskan ciumannya.

Kecipak suara lidah yang beradu mengisi ruangan yang gelap itu, Kyuhyun bisa mendengar beberapa barang yang jatuh ke lantai karena tersenggol oleh tubuh mereka yang terus berjalan, beberapa kali mereka berdua berhenti untuk memperdalam ciuman yang sebenarnya sudah sangat dalam itu. Keduanya terus berciuman dan saling meraba bagian tubuh masing-masing, tak puas dengan hanya mencium bibir Kyuhyun, Changmin pun mulai menciumi leher jenjang dan putih milik Kyuhyun yang selalu menggodanya, mengemut jakun Kyuhyun yang bergerak saat pria manis dalam pelukannya itu menelan ludahnya.

“Ah!” pekik Kyuhyun saat Changmin kembali mendorong tubuhnya ke belakang, membuat punggung Kyuhyun menghantam lemari wine hadiah pemberiaannya untuk Changmin saat baru saja pindah ke apartemen tersebut.

Changmin mencengkram kedua lengan Kyuhyun, mendorong tangan magnae Super Junior itu terangkat di atas kepala dengan satu tangannya sementara tangannya yang satu lagi mulai bermain di bagian tubuh Kyuhyun yang lainnya, meremas pantat Kyuhyun yang masih berbalut celana jeans, bibir Changmin sendiri masih melakukan pekerjaannya-menandai leher Kyuhyun. Stimulasi yang diberikan Changmin di dua titik sensitivenya membuat tubuh Kyuhyun semakin melemas, pria manis itu hanya bisa mendesah saat tangan Changmin bergerak semakin nakal menggoda belahan pantatnya, menggesek-gesekkan jemarinya di satu titik yang membuat Kyuhyun merasakan kupu-kupu di perutnya.

“Ah…M-min…” desah Kyuhyun semakin kuat, membuat Changmin semakin semangat melakukan pekerjaannya yang mulia di tubuh Kyuhyun.

Pegangan tangan Changmin di kedua tangan Kyuhyun terlepas, Kyuhyun yang sudah terlalu terlena dengan aksi Changmin hanya bisa mengalungkan lengannya di leher Changmin sementara tangan Changmin yang tadi menahan tangannya mulai bergerak ke bagian lain di tubuhnya. Tangan yang besar dan hangat itu mulai bermain-main di daerah dada Kyuhyun, mengusap-usap dada yang berisi itu sambil jemarinya memainkan sebuah tonjolan yang terasa mengeras dibalik kaus yang dipakai Kyuhyun.

Kyuhyun yang awalnya pasif pun mulai menggerakkan tubuhnya, sepertinya otak warasnya sudah berkabut oleh nafsu. Pemuda manis itupun semakin merapatkan tubuh bagian bawahnya kepada Changmin, menggesek-gesekkan kakinya diantara paha Changmin yang terbuka.

Lidah Changmin yang terasa panas bergerak naik turun di leher Kyuhyun yang jenjang sambil sesekali memberikan kecupan-kecupan kecil disana, Changmin berhati-hati untuk tidak meninggalkan bekas di tempat yang terlalu terbuka, ia tau konsekuensi dari kegiatan mereka itu pada pekerjaan mereka sebagai idol, Changmin tentu saja tak mau Kyuhyunnya yang manis terkena skandal karena perbuatannya.

“M-min…aku…ah…tak tahan lagi…” desah Kyuhyun, Changmin bisa merasakan bagaimana jari-jari Kyuhyun yang tadinya terkalung dengan longgar di lehernya sekarang sudah bergerak ke bagian bawah kepalanya, meremas-remas rambut-rambut pendek Changmin.

“Kau mau ke kamar?” tanya Changmin dengan suara rendahnya, pria tinggi itu menggigit telinga Kyuhyun pelan sambil menjilat bagian belakang telinga yang telah memerah itu dengan sensual.

Kyuhyun mengangguk dengan cepat. Kakinya sudah sangat lemas dan ia tak kuat kalau harus lebih lama lagi berdiri dalam posisi seperti ini.

Dengan satu gerakan cepat Changmin mengangkat tubuh Kyuhyun ala pengantin, Kyuhyun yang kaget dengan gerakan Changmin yang tiba-tiba sedikit terpekik, lengannya memeluk erat leher Changmin sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher pria tampan yang sudah tiga tahun ia pacari itu.

Kaki-kaki panjang Changmin berjalan cepat membawa kedua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menuju ke satu ruangan, kamar milik Changmin.

BLAM

Kembali terdengar suara pintu tertutup dengan keras dan sedetik kemudian Changmin menurunkan Kyuhyun dari gendongannya, mendudukkan pria manis itu diatas tempat tidurnya. Changmin masih cukup sadar untuk tidak langsung melempar tubuh Kyuhyun keatas ranjangnya. Walaupun dirinya benar-benar ingin segera melahap Kyuhyun yang terlihat pasrah terhadap setiap sentuhannya tetapi Changmin masih menghargai Kyuhyun sebagai kekasihnya, pria tinggi itu tidak akan pernah mau menyakiti Kyuhyun, melempar Kyuhyun ke kasur sama saja dengan memperlakukan Kyuhyun dengan tidak sopan, Changmin ingin mencintai Kyuhyun dengan penuh, menyayangi dan juga menghormati pria manis itu seperti ialah satu-satunya orang yang dicintainya di dunia ini.

Kyuhyun sudah duduk manis dengan kedua kaki yang terlipat di kanan dan kiri tubuhnya diatas ranjang milik Changmin sementara si pemilik kamar masih berdiri di depan tempat tidur, melepaskan satu per satu kancing kemeja putih yang dipakainya. Mata keduanya saling menatap dengan lekat, Kyuhyun menelan ludahnya saat akhirnya kancing kemeja Changmin terbuka seluruhnya, menampilkan tubuh Changmin yang terbentuk dengan sempurna di tempat-tempat yang pas. Dada bidang Changmin, perut rata dengan otot-otot yang tercetak dengan sempurna ditambah otot bisep dan trisep Changmin yang meregang saat ia melepaskan kemeja itu dari tubuhnya, rasanya Kyuhyun ingin segera merasakan bagaimana tubuh kokoh itu memenjara tubuhnya, memberikan kenikmatan yang saat ini sangat ia inginkan.

Masih dengan kontak mata yang tak terputus Changmin bergerak naik keatas ranjang. Kyuhyun menahan nafasnya saat akhirnya Changmin telah duduk di hadapannya. Satu tangan Changmin bergerak untuk menyentuh pipi Kyuhyun yang telah memerah, Kyuhyun memejamkan matanya, merasakan bagaimana kulitnya menghangat hanya karena sentuhan kecil dari Changmin, ia benar-benar merindukan sentuhan ini, kulit Changmin yang sedikit kasar menyentuh kulitnya yang halus dan lembut seperti bayi.

“Kyuhyunnie…” bisik Changmin sambil sedikit mendesahkan huruf terakhir dari nama Kyuhyun, pria tinggi itu mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, setengah memeluk tubuh Kyuhyun yang mencondongkan diri kearahanya.

Sedetik kemudian Kyuhyun bisa merasakan bagaimana bibir tebal Changmin kembali menempel di bibirnya, bergerak dengan irama pelan, mengecup dan sedikit menggigiti bibir bawahnya yang telah memerah karena ciuman mereka sebelumnya. Kyuhyun mendesah saat dengan gerakan pelan lidah Changmin menginvasi bagian dalam mulutnya, menekan lidahnya sambil sesekali menyesap daging tak bertulang itu dengan gemas.

Kedua mata Kyuhyun terpejam dengan erat, pikirannya telah kosong dan yang ia inginkan saat ini hanyalah Changmin.

Seakan bisa membaca pikiran Kyuhyun perlahan Changmin pun mendorong tubuh Kyuhyun yang lebih kecil darinya, membuat pria manis itu terlentang diatas ranjang king size milik Changmin dengan sang empunya kamar menindih diatas tubuhnya.

Changmin melepaskan ciumannya, membiarkan Kyuhyun mengambil nafas. Mata bulat Changmin memperhatikan bagaimana kelopak mata Kyuhyun yang sejak tadi tertutup itu perlahan terbuka, membuat bulu mata Kyuhyun yang panjang dan lentik ikut bergerak-gerak sesuai dengan kedipan kedua mata yang saat ini tengah menatap Changmin sayu. Kedua pipi gembil Kyuhyun bersemu merah dan jangan lupakan kedua belah bibirnya yang telah membengkak hasil perbuatan Changmin.

Saat seperti ini membuat Changmin ingin berterima kasih kepada Tuhan yang telah mengizinkan dirinya memiliki seorang Cho Kyuhyun.

Changmin tersenyum. Kedua tangannya bergerak untuk menggenggam kedua tangan Kyuhyun, menarik tangan itu ke kedua sisi kepala Kyuhyun.

“Aku mencintaimu…Kyuhyun-ah…” bisiknya sebelum kembali membungkam mulut Kyuhyun dengan ciumannya.

.

.

.

.

Aku sedikit mengernyitkan kedua mataku yang terusik karena cahaya yang masuk dari sela-sela jendela kamar Changmin. Sepertinya hari sudah pagi dan aku harus segera bangun sebelum Youngsan hyung menjemputku.

Perlahan kedua mataku terbuka dan pemandangan pertama yang menyapa pagiku adalah sosok Changmin yang masih tertidur sambil memeluk tubuhku. Haah…lihatlah pria yang sekarang berstatus sebagai kekasihku ini, ia benar-benar sempurna. Hihihi…aku yakin Cassiopeia akan sangat iri padaku karena bisa berada sedekat ini dengan Changmin, ehem…dan seintim ini juga…

Kujulurkan satu tanganku kearah Changmin, berniat menyentuh sisi wajah Changmin yang sudah mulai ditumbuhi rambut-rambut halus tanda kalau ia harus segera bercukur dan saat tanganku sudah menyentuh wajahnya saat itulah aku merasakan ada yang berbeda dengan ukuran tanganku. Tunggu dulu…kenapa tanganku jadi sekecil ini?

Jemariku yang panjang dan lentik itu telah berubah menjadi jemari-jemari kecil dan bulat. Ku kedipkan kedua mataku berkali-kali, berpikir kalau mataku salah lihat tapi ternyata jemari-jemari berukuran imut itu tak kunjung berubah. Ini benar-benar aneh…aku harus segera membangunkan Changmin.

Ketepukkan tanganku yang sekarang berubah kecil ke wajah Changmin sambil berusaha memanggil namanya.

“Miin…”

HAH?

“Bu…bu…Min!”

A-Apa yang terjadi? Kenapa bahasaku terdengar seperti bahasa alien? dan kenapa suaraku jadi seperti suara anak kecil?

“Mma! Bu! Min!”

Astaga…apa-apaan ini?

Tubuh Changmin sedikit bergerak setelah aku memukuli wajahnya beberapa kali, ia menolehkan wajahnya kearahku sebelum akhirnya kedua mata bulat itu membuka.

Changmin menatapku dengan tatapan bingung, ia mengedipkan matanya berkali-kali lalu menggosokkan tangannya ke kedua matanya.

“Kau…anak siapa?” tanyanya bingung.

“Mma…ma!” ya ampun…kenapa tak ada satupun kata yang keluar dari mulutku ini bisa dimengerti?

Changmin mengubah posisi tidurnya menjadi duduk diatas tempat tidur sambil terus menatapiku dengan tatapan bingung.

“Kau…mirip dengan Kyuhyun”

‘Aku ini Kyuhyun!’

Ya, itu yang ingin aku katakan tapi nyatanya yang keluar dari mulutku lagi-lagi bahasa alien yang tak bisa dimengerti.

“Na…yu!”

“Hah? Nayu? Namamu Nayu?” tanya Changmin bingung. Dengan gampangnya ia mengangkat tubuhku setinggi wajahnya. Saat itulah aku menyadari tidak hanya tanganku yang berubah kecil tetapi seluruh tubuhku seperti menyusut, membuatku terlihat seperti bayi berumur setahun!

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat, ya ampun…kenapa ini bisa terjadi? Kenapa aku tiba-tiba berubah menjadi bayi?!

“Loh? Eh…ja-jangan menangis! Kyu! Kyuhyun-ah! Kau dimana? Kenapa ada bayi di tempat tidur kita?”

.

.

.

.

Changmin mengurut pangkal hidungnya. Semua ini benar-benar tak masuk akal.

Setelah berusaha mengentikan tangisan bayi mirip Kyuhyun yang tiba-tiba berada diatas tempat tidurnya Changmin segera memakai pakaian dan menggendong bayi mungil itu sambil sebelumnya menyelimuti tubuh bayi mungil itu dengan selimut karena bayi itu dalam keadaan telanjang bulat dan ia tentu tak punya baju yang muat untuk dipakaikan ke bayi imut tersebut.

Changmin pun keluar dari kamarnya sambil menggendong bayi yang terus meronta-ronta dalam gendongannya, ia mencari Kyuhyun di seluruh apartemennya tapi kekasihnya itu tak juga ia temukan. Bahkan baju dan sepatu yang dipakai Kyuhyun tadi malam masih berceceran di lantai, tak mungkin kan Kyuhyun pergi tanpa memakai bajunya?

“Ba! Ba!” bayi mungil di gendongan Changmin menunjuk-nunjuk telepon genggam milik Kyuhyun yang tergeletak di lantai ruang tengah, mungkin terjatuh saat keduanya tengah bercumbu tadi malam. Dengan satu tangan masih menggendong bayi itu Changmin pun mengambil iPhone putih milik Kyuhyun yang langsung dirampas dari tangannya oleh bayi kecil dalam gendongan Changmin.

Changmin kaget saat melihat bagaimana bayi mungil itu bisa dengan mudahnya membuka kunci password iPhone milik Kyuhyun yang bahkan dirinya sendiri tidak tau. Bayi itupun menggerakkan jemari mungilnya dengan lihai, mengetuk-ketuk layar iPhone putih itu, mengetik sesuatu disana dan menunjukkannya pada Changmin.

‘Aku Kyuhyun’

Changmin hampir melemparkan tubuh bayi yang tiba-tiba mengaku sebagai Kyuhyun itu ke lantai saking kagetnya, untung saja refleks Changmin lumayan bagus jadi ia hanya berteriak kaget.

“BWOH?”

Bayi kecil itu kembali mengetikkan sesuatu.

‘Jangan berteriak, kau membuat telingaku berdengung!’

“Bagaimana mungkin aku tidak berteriak? Kau! Kyuhyun?!”

Bayi itu mengangguk-angguk dengan imutnya.

‘Aku juga kaget, begitu bangun tau-tau tubuhku sudah menyusut seperti ini. Apa yang terjadi, Min?’

“Mana aku tau?! Aku juga sama kagetnya denganmu! Bagaimana mungkin tubuhmu bisa menyusut seperti ini? Astaga Kyu…”

‘Apa yang harus kita lakukan? Aku ingin segera kembali ke bentuk normalku!’

“Bagaimana caranya aku bisa mengembalikanmu ke bentuk normal, Kyu? Astaga…ini benar-benar absurd. Tidak masuk akal!”

‘Berhentilah mengucapkan kata astaga, aku bosan mendengarmu. Ayo carilah solusi untuk segera mengembalikan ukuran tubuhku!’

Belum sempat Changmin menjawab tiba-tiba saja iPhone di tangan Kyuhyun berdering. Nama Youngsan-hyung tertera di layarnya.

“Mma!Min! Bu…uung…bu!” Kyuhyun mendorong-dorong iPhone itu kearah Changmin.

“Apa yang harus aku katakan?”

“Uung! Bububu!”

“Aish! Aku tak mengerti Kyu!” omel Changmin tapi tetap menjawab panggilan telepon itu.

“H-halo…hyung?”

“Changmin-ah? Apa Kyuhyun sudah bangun?”

“Eer…itu…Kyuhyun sepertinya demam, hyung…ia tak bisa bekerja hari ini”

“Hah? Kyuhyun demam? Apa saja yang kalian berdua lakukan sampai-sampai artisku jatuh sakit? Shim Changmin, aku butuh penjelasan darimu!”

“Uum…itu…anu…maafkan aku hyung, bisakah jadwal Kyuhyun hari ini digantikan ke hari lain? Aku…aku akan bertanggung jawab merawatnya”

“Tidak usah, biar aku saja yang membawanya ke rumah sakit, aku yakin ia hanya butuh suntikan vitamin”

“TIDAK BISA!” jerit Changmin tanpa sadar “Eh…maksudku…tolonglah hyung, Kyuhyun butuh istirahat. Aku yang akan bertanggung jawab merawatnya”

Jeda beberapa detik sebelum akhirnya Youngsan mendesah kalah.

“Baiklah…sebenarnya hari ini Kyuhyun tak ada schedule penting. Hanya sebuah interview dengan salah satu majalah. Aku akan mengundurnya ke hari lain. Kau rawatlah Kyuhyunku dengan baik, aku mau besok ia sudah sehat seperti biasanya”

“Ba-baiklah hyung. Terima kasih hyung” Changmin menghela nafas lega begitu Youngsan memutus sambungan telefonnya. Kembali mata Changmin beralih kepada Baby Kyuhyun yang tengah ia gendong. Ia benar-benar tak tau harus berbuat apa.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Kyu?” tanya Changmin bingung. Ia semakin mendekap tubuh mungil Kyuhyun di dadanya.

.

.

.

.

Changmin berdiri menatap pintu apartemen di depannya dengan perasaan gusar. Ia sungguh tak tau harus berbuat apa dan satu-satunya harapan yang ia punya saat ini adalah orang yang menghuni apartemen di depannya itu. Changmin menggendong tubuh Kyuhyun yang saat ini berbalut kaus kecil berwarna biru sebatas lutut, kalian bingung bagaimana Changmin bisa memiliki kaus berukuran kecil yang bisa dipakai baby Kyuhyun? Well…Changmin sungguh berterima kasih pada fans yang telah memberikannya boneka teddy bear seukuran bayi manusia, akhirnya Changmin memakaikan baju teddy bear itu kepada Kyuhyun.

Berjalan menggendong bayi seperti ini benar-benar membuatnya harus ekstra hati-hati, bisa saja ada paparazzi yang mengikutinya dan kalau sampai mereka mengambil fotonya yang keluar rumah sambil menggendong bayi bisa-bisa besok akan ada headline news yang berjudul ‘Choikang Changmin, member termuda di TVXQ ternyata sudah memiliki anak’ lalu ada fotonya yang sedang menggendong baby Kyu terpajang disana. Tamatlah riwayatnya.

Untung saja wanita yang tadi ia temui di basement gedung apartemennya tidak menanyakan lebih jauh perihal bayi yang ia gendong. Wanita itu hanya menatapnya beberapa saat lalu berkata ‘Bayi yang sangat manis’ sambil tersenyum melihat Kyuhyun di gendongan Changmin.

Changmin membunyikan bel di samping pintu.

Sekali. Tak ada jawaban.

Dua kali. Masih tak ada jawaban.

Gemas, Changmin pun menekan tombol itu dengan tak berperiketombolan.

‘Aish, tak bisakah menekan sekali saja? Ini masih pagi…loh? Changmin?’ suara yang sudah sangat Changmin kenal menyapa dari interkom.

“Jae hyung…cepat buka pintunya. Aku butuh bantuanmu”

.

.

.

.

“Astaga! Bayi siapa yang kau gendong itu? Omona…manis sekali!” Pekik Jaejoong girang begitu sosok tinggi Changmin masuk ke dalam apartemennya sambil menggendong baby Kyu.

“Ini Kyuhyun, hyung” jawab Changmin pelan, membiarkan Jaejoong mengambil alih Kyuhyun yang sekarang justru terlihat meronta-ronta ingin kembali ke gendongan Changmin.

“WHAT? Ini anak Kyuhyun? Kapan kau menghamilinya, Min? Waah…kau benar-benar perkasa sampai bisa menghamili Kyuhyun. Setelah kulihat-lihat wajahnya memang mirip dengan Kyuhyun, apalagi matanya yang bulat ini…neomu kyeopta!” gemas Jaejoong sambil menguyel-uyel pipi tembam Kyuhyun dengan pipinya. Changmin menahan tawanya saat melihat ekspresi horor Kyuhyun dalam gendongan Jaejoong.

“Dia bukan bayiku dan Kyuhyun, hyung. Bayi yang kau pegang itu Kyuhyun”

Jaejoong menghentikan kegiatannya menguyel-uyel pipi Kyuhyun. Ia menatap Changmin bingung lalu beralih menatap bayi di gendongannya.

“Bubu…” ucap baby Kyu masih dengan bahasa alien sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“BWOH?”

Reaksi yang sama dengan yang diberikan Changmin pagi tadi.

“Ba-bagaimana mungkin? Kyuhyun?” tanya Jaejoong pada bayi yang sedang ia gendong. Bayi itu menganggukkan kepalanya.

“Apa yang terjadi sampai ia berubah menjadi bayi seperti ini, Min?” tanya Jaejoong sambil memperhatikan tubuh mungil Kyuhyun, bagaimanapun juga sosok mungil itu benar-benar terlihat seperti bayi.

“Aku juga tak tau, hyung…begitu bangun tadi pagi tau-tau di sisiku sudah ada bayi dan ternyata itu Kyuhyun yang menyusut” jawab Changmin jujur, membuat pipi Kyuhyun bersemu merah, walaupun Jaejoong, Yunho dan YooSu sudah tau soal hubungannya dan Changmin tapi tetap saja ia merasa malu kalau orang lain tau dirinya dan Changmin termasuk pasangan yang aktif secara sexually.

“Lalu? Siapa saja yang sudah tau soal ini?” tanya Jaejoong, ia mengembalikan Kyuhyun ke pelukan Changmin. Pria tinggi itupun menggendong Kyuhyun di dadanya, membiarkan Kyuhyun memeluk lehernya.

“Hanya kau dan aku…aku tak mungkin memberitahu member Suju soal ini, bisa-bisa aku dijadikan menu makan malam mereka”

“Lalu kenapa kau kemari?” tanya Jaejoong, pasalnya ia juga tak tau harus bagaimana mengembalikan Kyuhyun ke wujud semula.

“Aku tak bisa mengurus bayi, kau tau kan? Jadi kupikir kau bisa membantuku merawat Kyuhyun…” jawab Changmin.

Jaejoong mengangguk-anggukkan kepalanya, beruntung ia adalah anak paling kecil dari 8 bersaudara dimana ke 7 noona nya adalah wanita, Jaejoong lumayan berbakat dalam pekerjaan rumah tangga termasuk mengurus bayi.

Pria cantik yang juga kekasih Jung Yunho-leader TVXQ itu mendesah pelan. Ia tak tega melihat ekspresi kesusahan Changmin dan melihat bagaimana keadaan Kyuhyun dalam gendongan Changmin membuat hati Jaejoong luluh.

“Baiklah, ayo masuk…kita mandikan dulu Kyuhyun”

.

.

.

.

Kata ‘memandikan Kyuhyun’ bukanlah kata yang asing di telinga Changmin, ia sudah lebih dari sering ‘memandikan’ Kyuhyun bedanya Kyuhyun yang kali ini harus dimandikan oleh Changmin adalah Kyuhyun yang berukuran mini alias baby Kyuhyun yang berumur 1 tahun.

“Baiklah, pertama-tama kau harus mengecek suhu airnya, jangan terlalu panas tapi juga jangan terlalu dingin” instruksi Jaejoong dari depan pintu yang terbuka. Changmin memasukkan air panas ke dalam bak mini untuk bayi milik salah satu keponakan Jaejoong yang kebetulan tertinggal di rumahnya. Setelah merasa air panasnya cukup Changmin pun menambahkan air dingin dari shower. Changmin meletakkan tangannya di dalam air, merasakan suhu air di dalam bak mini itu.

“Sudah hyung” Jawab Changmin.

“Pisahkan sedikit airnya ke ember kecil yang itu” ucap Jaejoong sambil menunjuk satu ember kecil berwarna kuning yang ada di dekat Changmin. Magnae TVXQ itu mengangguk patuh. Dalam hati Jaejoong merasa senang bisa menyuruh-nyuruh Changmin seperti ini.

Setelah selesai Jaejoong pun meletakkan tubuh mungil Kyuhyun yang sudah telanjang bulat ke dalam bak mini yang telah terlebih dahulu dialasi oleh karet agar tidak licin.

“Aku akan memegangi Kyuhyun, kau sabuni tubuhnya” ucap Jaejoong.

Dengan cekatan dan tanpa ba bi bu Changmin pun melakukan perintah Jaejoong, menyabuni sponge mandi yang ada di tangannya lalu mengusap-usapkannya ke tubuh mungil Kyuhyun.

Dalam waktu sepuluh menit kegiatan memandikan Kyuhyun pun selesai dan sekarang kegiatan lain yang harus dipelajari Changmin, memakaikan popok untuk Kyuhyun.

“Uung! Bu! Mang…bu!” omel Kyuhyun sambil meronta saat Changmin mencoba memasangkan popok sesuai dengan instruksi Jaejoong.

“Ayolah Kyu…jangan keras kepala seperti ini…” Changmin berusaha membujuk. Ia tau Kyuhyun pasti merasa sangat malu kalau harus memakai popok bayi tapi ia tak mungkin membiarkan Kyuhyun tidak memakai popoknya, bagaimanapun juga saat ini Kyuhyun terperangkap dalam tubuh seorang bayi yang tak perduli waktu dan tempat akan poop dan pee dimana saja.

“Aku tau kau tak mau terlihat seperti bayi…tapi kita tak ada pilihan lain, Kyu…baby…kumohon” Changmin sampai memohon. Jaejoong hanya bisa menatapi adegan manis itu tanpa berkedip, ia sungguh tidak menyangka evil magnaenya bisa bersikap selembut ini di depan Kyuhyun. Seorang Shim Changmin memohon! Jaejoong nyaris menangis haru.

Setelah penuh perjuangan berat memasangkan popok kepada Kyuhyun akhirnya tibalah di bagian akhir dari kegiatan pagi mereka. Memakaikan baju.

“Umm…kau tau kan kalau keponakanku kebanyakan perempuan…jadii…aku hanya punya baju anak perempuan” ucap Jaejoong sambil nyengir, ia menunjukkan baju ditangannya kepada Changmin dan Kyuhyun. Sweater pink bermotif polkadot dan rok tutu berwarna putih.

“Huwaaaa…” Kyuhyun menjerit. Ia tak ingin dipermalukan seperti ini. Sungguh.

Tangisan Kyuhyun itu membuat Changmin yang sejak tadi memangkunya jadi ikutan panik.

“Aigoo…baby…jangan menangis, cup cup…” Changmin menggendong Kyuhyun, menyandarkan kepala Kyuhyun ke bahunya lalu menepuk-nepuk punggung Kyuhyun pelan. Sepertinya ia sudah mulai menguasai perannya sebagai ‘Appa’

Tanpa sadar Jaejoong tersenyum. Magnaenya itu ternyata sudah sebesar ini, sudah bisa menjadi sosok ayah.

.

.

.

.

Changmin menatap Kyuhyun yang tampak senang, kedua mata bulat itu tampak berbinar bahagia menatapi rak-rak makanan yang ada di supermarket itu. Setelah dibantu Jaejoong mengurusi Kyuhyun, umma nya TVXQ itu pun memberikan daftar makanan bayi dan perlengkapan bayi lainnya yang bisa di beli Changmin oleh karena itu Changmin memutuskan untuk segera membeli semua perlengkapan yang sudah dicatat Jaejoong. Dimulai dengan belanja dapur, susu dan bubur untuk bayi.

“Kau mau yang mana, sayang? Rasa vanilla atau cokelat?” tanya Changmin sambil menunjukkan dua kaleng susu formula berbeda rasa di depan Kyuhyun. Saat ini Kyuhyun tengah di dudukkan di atas trolley.

“Tu!” jawab Kyuhyun sambil menunjuk kaleng susu rasa cokelat. Changmin mengangguk dan meletakkan kaleng itu didalam trolley.

Changmin sendiri tak sadar kalau sejak tadi ia jadi pembicaraan semua pengunjung wanita di supermarket itu.

“Lihat pria tinggi dan tampan yang membawa bayi perempuan itu!” ucap seorang wanita paruh baya kepada temannya. Kedua wanita itu melihat kearah satu sosok tinggi yang sekarang tengah berdiri di depan rak popok bayi.

“Aigoo…ia terlihat masih sangat muda dan tampan tapi sudah mempunyai anak…anaknya juga manis sekali, seperti boneka saja. Aku penasaran dengan ibunya, pasti sangat cantik”

Dalam hati Kyuhyun tertawa mendengar kasak-kusuk yang sepertinya tak terdengar oleh Changmin, buktinya kekasih tingginya itu justru sekarang terlihat serius memperhatikan setiap ingredients yang tercatat dalam pack bubur bayi di tangannya.

Selesai dengan semua belanjaan mereka Changmin pun membawa Kyuhyun ke salah satu toko perlengkapan bayi yang ada di pusat perbelanjaan milik keluarga Choi Siwon itu.

“Omo! Anda…Choikang Changmin?” pekik seorang pramuniaga yang menyambut Changmin dan Kyuhyun di depan pintu. Changmin tersenyum dengan terpaksa sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Padahal ia pikir orang tak akan mengenalinya disana tapi ternyata pemikirannya salah.

“Bayi…?” tanya wanita itu bingung saat melihat sosok Kyuhyun di gendongan Changmin.

“Keponakanku” Jawab Changmin cepat, ia tak ingin ada rumor yang aneh-aneh berkeliaran saat orang melihatnya menggendong bayi ke pusat perbelanjaan.

“Astaga…manis sekali!” ucap wanita itu sambil mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas. Kyuhyun langsung cemberut, tangan mungilnya menarik-narik bagian depan kemeja yang dipakai Changmin, ingin mengatakan kalau ia tak suka diperlakukan seperti itu.

“Tolong jangan di cubit, ia tak suka disentuh orang asing” jelas Changmin sambil semakin mengeratkan gendongannya, Kyuhyun langsung memeluk leher Changmin dengan erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria tinggi itu. Tanpa sadar Changmin tersenyum dengan tingkah manis kekasihnya itu.

.

.

.

.

Changmin dan Kyuhyun sampai di apartemen milik Changmin saat matahari sudah hampir tenggelam. Kyuhyun sendiri sejak tadi sudah terlihat mengantuk karena memang seharian ini ia dan Changmin menghabiskan waktu berburu perlengkapan bayi. Saat makan siang pun Changmin menyuapi Kyuhyun bubur bayi yang sebelumnya ia beli di supermarket. Changmin sempat berpikir untuk mulai belajar memasak bubur bayi pada Jaejoong.

“Miin…su…su…” ucap Kyuhyun sambil menggosok-gosokkan mata ngantuknya. Changmin meletakkan tubuh Kyuhyun diatas tempat tidurnya lalu mengusap kepala mungil itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Tunggu sebentar ya, akan kubuatkan” Changmin mengecup pelan kening Kyuhyun sebelum akhirnya melesat ke dapur untuk membuatkan susu. Tak butuh waktu lama, lima menit kemudian Changmin kembali ke dalam kamar dengan sebuah botol susu berisi di tangannya.

Changmin menggolekkan tubuhnya di sisi tubuh mungil Kyuhyun. Menumpukkan kepalanya dengan tangan kirinya.

“Minumlah…” bisik Changmin sambil mendekatkan ujung botol susu itu ke mulut Kyuhyun. Dengan cepat baby Kyuhyun menyedot-nyedot susu cokelat dari botolnya sambil perlahan kedua mata bulat itupun terpejam karena kantuk.

Changmin tersenyum, tangannya masih menahan botol susu itu untuk Kyuhyun sementara matanya tak beranjak dari sosok mungil yang seharian ini menemani harinya.

“Walaupun kau berubah menjadi bayi seperti ini pun aku akan tetap mencintaimu, Kyu…selamanya” bisik Changmin sambil menjauhkan botol susu yang telah kosong itu dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun sendiri sudah terlelap. Bayi mungil itu tampak begitu damai dan tenang.

“Kalau aku bisa membuatmu hamil, Kyu…aku harap anak kita akan semanis dirimu…” Changmin menyentuh pipi gembil Kyuhyun dengan telunjuknya. Merasa sedikit mengantuk Changmin pun memutuskan untuk mengikuti Kyuhyun ke alam mimpi. Pria tinggi itu mengecup bibir mungil di depannya dengan pelan dan berhati-hati.

“I love you, baby Kyu” ia menarik tubuh Kyuhyun mendekat kearahnya, menggenggam jemari mungil itu dengan erat lalu memejamkan matanya, terlelap bersama Kyuhyun.

.

.

.

.

A/N : Annyeong! Saya winterTsubaki^^/ long time no see yeorobun…mulai semester ini saya jadi lebih sibuk di kampus, maklum…udah tahun terakhir. That’s why I’ll be on semi-hiatus from now until further notice. I might not update for a very long time…please be considerate^^

Tentang ff ini…sebenernya saya mau nulis PWP, keliatan kan dari awal ffnya (pasti banyak yang ketipu, xixixi) tapi sampai di tengah-tengah tiba-tiba saya berubah pikiran (inconsistent, I know -.-) dan akhirnya jadilah ff yang aneh ini. Lol

Terima kasih untuk semua yang udah berkenan untuk membaca ff saya ini. Baik yang meninggalkan jejak maupun yang baca diem-diem, hayooo…tunjukkan dirimu, saya gak gigit kok…hehe…

Lastly, do leave me your words. Constructive critics are welcomed but don’t bash the character of this story. This is only a fanfiction, fan written fiction. It had nothing to do with the real people whom I borrowed their names.

See ya!

.

.

.

.

Bonus Ending

Kyuhyun membuka matanya yang masih terasa berat dan sosok pertama yang dilihatnya adalah sosok Changmin yang tengah terlelap dengan nyenyak di sampingnya. Seperti de javu. Kyuhyun mengangkat tangannya, mencoba menyentuh wajah kekasihnya itu saat ia menyadari ukuran tangannya telah kembali ke bentuk semula.

Kyuhyun menyentuh wajahnya, rambutnya…dan semuanya terasa normal. Magnae Super Junior itu melompat dari atas tempat tidur Changmin, sedikit berlari kearah cermin yang ada di kamar Changmin.

“Aku sudah kembali!” pekik Kyuhyun kegirangan saat pantulan yang ia lihat di depannya adalah sosok dirinya yang asli. Cho Kyuhyun yang berusia 27 tahun.

Dengan cepat pria manis itu kembali kearah ranjang dimana kekasih tingginya masih terlelap dengan nyenyaknya. Tubuh telanjangnya langsung menindih tubuh Changmin, membuat magnae TVXQ itu langsung membuka matanya.

Kedua mata mereka bertemu. Mata bambi milik Changmin dan puppy eyes milik Kyuhyun.

“Aku kembali, Chwang!” Kyuhyun yang tengah duduk diatas perut Changmin langsung memeluk tubuh kekasihnya itu, menempelkan dada telanjangnya di dada bidang Changmin yang berbalut kaus tipis, refleks Kyuhyun ini membuat morning wood Changmin semakin tegak berdiri.

Perlahan lengan Changmin yang awalnya terbujur disamping tubuhnya bergerak untuk memeluk pinggang Kyuhyun. Menarik tubuh sedikit berisiehemgemukehem itu semakin menempel padanya.

“Untunglah kau telah kembali, baby…walaupun baby Kyuhyun terlihat sangat imut dan menggemaskan tapi aku lebih berharap kau kembali ke ukuran aslimu” ucap Changmin sambil menggerakkan tangannya di punggung Kyuhyun naik-turun.

“Terima kasih karena sudah menjagaku selama seharian” Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari dada Changmin, menatap sosok kekasih foodmonster nya itu dengan lekat. Ia benar-benar merasa sangat beruntung karena memiliki kekasih yang sangat perhatian seperti Changmin.

Changmin hanya tersenyum sebagai balasannya. Kyuhyun memajukan wajahnya, memagut bibir bawah Changmin dengan bibirnya. Ciuman lembut itupun perlahan berubah intense dan Kyuhyun sudah hampir kehabisan nafas saat Changmin mengubah posisi tubuhnya, sekarang dirinya berada diatas tubuh Kyuhyun.

“Kau tau? Aku merasa mini Kyuhyun sangat manis…aku ingin punya 1 yang sepertimu…”

Dahi Kyuhyun berkerut. Tidak mengerti maksud perkataan Changmin.

“Bagaimana kalau sekarang kita membuat mini Kyuhyun?” bisik Changmin dengan tatapan mesum. Oh tidak.

.

.

.

.

.

THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s