A Day in MinHyun’s Life

A Day In MinHyun’s Life

-a ChangKyu family fanfiction-

Cast : Changmin, Kyuhyun, MinHyun (fictional chara) and DBSJ members

Rating : T

Genre : Fluff and slight humor?

Disclaimer : who am I to disclaim ChangKyu? I only own the plot and idea.

Warning : as usual, this is a ChangKyu fanfiction where Kyuhyun and Changmin being together in a faithful relationship. Mention of mpreg, so if you don’t like it don’t read any further. Fanfiction is fan written fiction, don’t take it to your heart if you don’t like it.

Summary : MinHyun ingin membagi cerita tentang kehidupannya dalam sehari bersama kedua orang tua yang selalu lovey-dovey tiap saat serta ahjusshi-ahjusshi nya yang tampan dan terkenal.

p.s : a repost from my acc in fanfiction.net

.

.

.

.

Suara alarm dari kamar sebelah membuat kedua mata bulatku yang disebut-sebut sebagai turunan dari gen kedua orang tuaku langsung terbuka lebar. Aku menoleh untuk melihat ke jendela yang ada di salah satu dinding kamarku dan ternyata matahari di luar sudah cukup tinggi, itu artinya sudah waktunya aku bangun, karena aku adalah anak pintar dan bertanggung jawab.

Oya, perkenalkan namaku Shim MinHyun dan usiaku saat ini sudah 5 tahun, sudah cukup besar untuk bisa bangun sendiri di pagi hari tapi appa dan daddy selalu memperlakukanku seperti bayi yang harus dibangunkan setiap hari. Bukannya aku tak suka, aku justru sangat suka saat appa dan daddy membangunkanku setiap pagi karena mereka akan mencium keningku dan memanggilku dengan panggilan sayang sampai aku membuka mataku. Aku sangat mencintai appa dan daddy.

Dengan pelan aku bisa mendengar suara kenop pintu yang dibuka, menyadari kalau seseorang memasuki kamarku cepat-cepat kututup kembali mataku yang tadinya sudah terbuka lebar. Pura-pura tidur kembali.

Aku bisa mendengar langkah kaki seseorang berjalan mendekat kearah tempat tidurku dan beberapa detik kemudian sebuah tangan yang besar dan hangat bergerak mengelus puncak kepalaku.

“MinHyunnie…bangun chagi…ini sudah pagi, kau harus segera pergi ke sekolah”

Suara yang sangat kukenal menyapa pendengaranku, itu adalah suara appa.

Pelan-pelan kubuka mataku seakan-akan aku baru saja terbangun karena appa membangunkanku. Mataku langsung menatap sosoknya yang saat ini tengah duduk di sisi ranjangku dengan tangannya yang tetap mengelus puncak kepalaku dengan pelan.

Good morning, MinHyunnie”

Appa menyapaku sambil mendaratkan ciuman pelan di keningku, membuatku tersenyum.

Good morning, appa”

Balasku sambil mengulurkan kedua tanganku kedepan, appa yang mengerti apa maksudku langsung mengangkat tubuhku dalam gendongannya sementara aku langsung memeluk leher appa dengan erat.

Tubuh appa sangat tinggi, besar dan juga hangat. Aku sangat suka memeluk appa seperti ini, rasanya aman dan nyaman.

“Appa…mana daddy?”

Tanyaku saat menyadari tak ada sosok daddy di dalam kamarku.

“Daddy masih tidur, dia sangat lelah…jadi biarkan dia tidur lebih lama, ya? MinHyun mau mandi dengan appa kan?”

Tanya appa yang langsung kubalas dengan anggukan dan senyum lebar.

.

.

.

.

.

Selesai mandi aku dibantu oleh appa memakai seragam TK Shinki dimana saat ini aku bersekolah. Memang baru seminggu sejak aku masuk sekolah, oh ya…aku juga satu kelas dengan Jiyoolie, anak dari Yunho ahjusshi dan Jaejoong ahjusshi.

“Nah…kau sudah siap untuk sekolah. Aigoo…anak appa benar-benar tampan”

Puji appa begitu ia selesai memasangkan dasi kupu-kupu berwarna biru di kerah bajuku. Aku tersenyum lebar mendengar pujian itu, walaupun kalau mau jujur sebenarnya aku sudah terbiasa dengan pujian-pujian semacam itu bahkan sejak aku masih bayi.

“Karena sudah pukul setengah sembilan sebaiknya kita bangunkan daddy. Bagaimana?”

Tanya appa, ia mengulurkan tangan besarnya padaku dan kami berjalan dengan bergandengan tangan menuju kamar yang ada di sebelah kamarku. Itu adalah kamar appa dan daddy.

Dengan hati-hati appa membuka pintu kamarnya, tidak ingin membuat suara-suara yang bisa mengagetkan daddy. Perlahan-lahan dan sedikit mengendap-endap aku dan appa berjalan kearah tempat tidur dimana daddy masih bergelung dengan selimutnya. Begitu kami sudah sampai di samping tempat tidur appa langsung mengangkat tubuhku untuk bisa duduk diatas tempat tidur tepat di samping tubuh daddy yang masih tertidur.

Daddy adalah sosok paling manis dan imut yang pernah aku temui-selain Jiyoolie-dan aku sangat iri pada appa karena ia bisa menikah dengan daddy. Aku masih ingat saat usiaku tiga tahun di depan Suju ahjusshi aku mengatakan kalau aku besar nanti aku ingin menikahi daddy tapi monkey dan fishy ahjusshi justru mengetawaiku setelahnya, tentu bukan MinHyun namanya kalau hanya diam saat diejek oleh mereka. Sebagai balasan karena menertawaiku aku mewarnai bulu choco-anjing pomeranian kesayangan monkey ahjusshi-dengan phylox berwarna hijau.

Baik, kembali lagi ke sosok daddy yang saat ini masih tertidur dengan manisnya, aku bisa melihat bercak-bercak merah kebiruan di bahu dan sekitar leher daddy yang memang tidak tertutup oleh selimut, ternyata ini toh alasan daddy tak bisa bangun pagi ini, pasti appa dan daddy semalam saling menunjukkan rasa cinta mereka.

Saat usiaku masih tiga tahun aku pernah terbangun di malam hari karena mimpi buruk, karena MinHyun adalah anak yang pemberani jadi aku tak menangis tapi rasanya sulit sekali untuk bisa tidur lagi, akhirnya aku putuskan untuk mendatangi kamar appa dan daddy. Appa dan daddy memang biasanya tak mengunci pintu kamar mereka jadi aku bisa langsung membuka pintu kamar itu tapi pemandangan yang kulihat setelahnya justru membuatku hampir menangis. Appa yang tidak memakai baju menindih tubuh daddy yang juga telanjang diatas tempat tidur, appa terlihat sedang menggigit-gigit leher dan bahu daddy, membuat daddy menangis. Saat itu aku pikir appa akan memakan daddy dan aku langsung menangis membuat keduanya sadar akan kehadiranku di kamar mereka. Dengan cepat keduanya berpakaian dan berlari menghampiriku yang masih menangis tersedu-sedu di depan pintu kamar yang terbuka. Begitu keduanya sampai di depanku aku langsung memeluk daddy, aku pikir appa dan daddy bertengkar dan appa akan memakan daddy. Tapi, daddy menenangkanku dan menjelaskan kalau mereka tidak bertengkar.

“MinHyun…daddy dan appa tidak bertengkar, itu adalah cara kami menunjukkan rasa cinta kami. Appa tidak memakan daddy, ia hanya menandai daddy sebagai miliknya agar daddy tidak pergi meninggalkan kalian”

Ucap daddy sambil menenangkanku.

“Apa daddy akan meninggalkan MinHyun dan appa?”

Tanyaku masih sambil menangis dan memeluknya erat.

“Daddy tak mungkin meninggalkan kalian, daddy kan sangat mencintai MinHyun dan appa”

Dan malam itu aku tidur dengan daddy dan appa di kamar mereka, aku bermimpi sangat indah dimana kami bertiga bermain bersama di sebuah taman bermain yang hanya bisa dimasuki oleh kami bertiga saja.

“Kyu baby…bangunlah…MinHyun sudah ada disini”

Bisik appa di telinga daddy sambil mengusap-usap rambut daddy seperti yang ia lakukan saat membangunkanku tadi.

Sedetik kemudian tubuh daddy bergerak-gerak dan dengan perlahan ia membuka matanya.

“MinHyun…”

Bisiknya dengan suara serak saat melihatku.

Good morning, daddy”

Aku langsung bergerak memeluk tubuhnya, daddy pun melingkarkan tangannya di tubuhku.

Good morning, baby”

.

.

.

.

.

Saat ini aku, appa dan daddy sudah duduk di depan meja makan, appa dan daddy duduk saling berhadapan sedangkan aku berada di kursi yang di tengah. Appa terlihat sangat tampan dengan jas dan kemeja kerjanya begitupun dengan daddy yang semakin terlihat manis dengan sweater rajutan berwarna merah yang membalut tubuhnya dengan pas, setelah membangunkan daddy, aku membantu appa untuk memasak sarapan kami sambil menunggu daddy mandi. Appa memang selalu memasak setiap harinya, dan masakan appa sangat lezat berbeda dengan daddy yang tidak pandai memasak walaupun belakang ia jadi semakin sering mencoba memasak sejak aku masuk sekolah. Daddy bilang ia ingin sekali membuatkan aku bekal setiap pagi jadi ia sering berlatih memasak. Psst…sebenarnya masakan daddy rasanya sedikit aneh tetapi karena MinHyun dan appa sangat menyayangi daddy dan tak ingin mengecewakannya maka setiap kali ia memasak kami akan memakan masakannya dan berkata di depannya kalau masakannya enak.

“Hari ini aku saja yang menjemput MinHyun di sekolahnya, barusan aku dapat pesan dari MBC kalau syuting Radio Star hari ini dibatalkan jadi aku hanya perlu mampir ke gedung SM sebentar dan tidak ada lagi schedule setelahnya”

Ucap daddy. Setiap hari di sela kesibukan keduanya yang merupakan artis dan idol terkenal memang appa dan daddy selalu menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemputku dari sekolah, kalaupun pada saat itu mereka tak bisa menjemputku akan ada grandma atau halmoni yang akan dengan senang hati menjemputku dan membawaku ke rumah mereka, lalu saat malam hari appa dan daddy akan datang menjemputku kembali.

“Baiklah. Oh ya, nanti sore kita jadi kan berkunjung ke rumah baru Shindong hyung?”

Tanya appa.

Aku juga baru ingat kalau Shindong ahjusshi baru saja pindah rumah dengan Nari ahjumni dan rencananya kami sekeluarga beserta Suju dan Dongbang ahjusshi akan datang berkunjung.

“Iya, aku dan MinHyun akan pergi bersama hyungdeul kesana”

“Baiklah, begitu schedule ku selesai aku dan hyungdeul juga akan pergi kesana”

Setiap pagi di meja makan appa dan daddy akan membicarakan schedule dan rencana mereka dalam satu hari. Appa dan daddy adalah sosok yang sangat luar biasa sibuk, bahkan tidak jarang appa ataupun daddy harus pergi ke luar kota maupun ke luar negeri karena pekerjaan mereka.

Oh ya, sepertinya MinHyun lupa memperkenalkan appa dan daddy kepada kalian. Appa ku bernama Shim Changmin, ia adalah salah satu member dari TVXQ, kalian tahu kan group boyband terkenal itu? Kalau kalian tidak tahu kenapa kalian membaca fanfic ini?

Appa adalah orang yang sangat tampan. Tubuhnya sangat tinggi dan suaranya juga sangat bagus, ia kan seorang penyanyi. Appa juga sangat terkenal, karena ketenarannya itu juga sejak kecil aku sering mendapat tawaran sebagai model anak-anak. Terkadang appa dan daddy mengizinkanku untuk melakukan pemotretan tapi tak jarang juga tawaran itu ditolak dengan alasan mereka tak ingin mengeksploitasiku, aku sendiri tak mengerti apa arti dari kata eksploitasi tapi sepertinya apapun alasan mereka itu semua demi kebaikanku.

Walaupun terkesan seperti orang yang dingin tapi appa sebenarnya sangat hangat dan juga baik. Buktinya ia selalu memasak untukku dan daddy, ia juga selalu mengantarku ke sekolah setiap paginya dan bermain denganku begitu ia pulang dari kerjanya. Appa juga sangat mencintai daddy, ia selalu bilang padaku kalau ia adalah pria paling beruntung di dunia karena memilikiku dan daddy. Halmoni juga bilang kalau appa sangat mencintai daddy dan ia rela melakukan apa saja untuk daddy.

Daddy juga tidak kalah hebat dari appa, namanya Shim-Cho-Kyuhyun. Ia adalah member Super Junior, salah satu boyband yang menjadi leadernya hallyu wave di Korea Selatan. Daddy bilang ia mengandungku saat dirinya akan mengeluarkan album baru dengan Suju ahjusshi dan masa-masa mengandungnya itu benar-benar berat, ia juga pernah beberapa kali hampir kehilanganku karena itu daddy sedikit lebih overprotective terhadapku dibanding appa.

Kalau melihat sosok daddy semua orang akan setuju kalau daddy adalah orang yang sangat manis. Kulit daddy juga sangat putih, tidak seperti kulitku dan appa yang lebih cokelat. Tapi, grandma bilang kalau hidung dan mataku mirip dengan daddy sedangkan halmoni bilang bibirku mirip dengan bibir appa. Karena kedua orang tuaku sangat tampan dan manis jadi aku yang merupakan campuran keduanya juga tampan dan manis, hey…aku tidak berbohong!

Daddy sangat suka bermain game, karena itu Suju ahjusshi menyebutnya gamekyu. Saat libur aku sering bermain game berdua dengan daddy. Daddy juga sangat pintar. Appa bilang kalau dulu saat sekolah daddy pernah mendapatkan medali emas untuk olimpiade matematika. Aku tak tau apa itu olimpiade tetapi mendengar kata matematika dan medali emas sudah cukup membuatku kagum dan hal itu membuatku bercita-cita ingin menjuarai olimpiade juga seperti daddy. Sama seperti appa, daddy juga punya suara yang sangat merdu. Berbeda dengan appa yang suaranya cenderung tinggi, suara daddy terdengar menenangkan. Appa pernah bilang kalau menurutnya daddy adalah pemilik suara terindah di dunia dan aku setuju dengan itu, appa juga bilang kalau suara daddy itu seperti carbonara dan caramel macchiato…aku tak tau apa itu caramel macchiato tapi aku sangat suka carbonara karena rasanya enak dan aku juga suka suara daddy yang enak di dengar.

“MinHyun sudah selesai makannya?”

Tanya appa padaku. Aku melirik ke piringku yang entah sejak kapan sudah kosong, padahal tadi appa memasakkan omelet porsi jumbo untukku. Daddy pernah bilang sih kalau nafsu makanku sama seperti appa.

“Ne”

Jawabku sambil mengangguk.

“Cepat habiskan susumu, daddy akan mengambil tasmu dulu di kamar”

Ucap daddy yang langsung berjalan kearah kamarku sementara appa sedang sibuk membereskan sisa-sisa sarapan pagi kami.

Tak lama daddy pun kembali ke ruang makan dengan tas dan topiku di tangannya. Appa juga sudah selesai mencuci piring bekas makan tadi.

Kami pun berjalan kearah pintu depan, daddy membantuku mengikat tali sepatu dan memakaikan topi di kepalaku.

“Kami pergi dulu, baby…”

Ucap appa sambil mengecup bibir daddy, setelah itu daddy akan menunduk kearahku dan mengecup kedua pipiku.

Dulu aku pernah protes pada appa dan daddy soal ciuman pagi ini. Aku merasa daddy tak adil karena hanya mencium bibir appa dan cuma mencium kedua pipiku tapi appa bilang kalau bibir daddy hanya boleh mencium satu bibir di dunia ini dan itu adalah bibir appa, cih…appa benar-benar egois. Jangan salahkan MinHyun yang sering mencium bibir daddy diam-diam saat mereka sedang tidur.

“MinHyun baik-baik ya di sekolah. Jangan keluar sebelum daddy menjemputmu”

Aku mengangguk mendengar perintah daddy. Tenang saja daddy, MinHyun kan anak yang pintar.

“Dan kau Shim Changmin, jangan macam-macam!”

Mendengar kata-kata daddy itu appa langsung tertawa dan malah kembali mengecup bibir daddy.

Sambil berpegangan tangan aku dan appa berjalan keluar dari rumah.

.

.

.

.

.

Semua mata tertuju pada sosok yang sedang berjalan sambil menggandeng tanganku ini. Seperti biasanya, appa akan mengantarku ke sekolah. Bukan hanya mengantar sampai depan gerbang sekolah melainkan mengantarku sampai ke depan pintu kelas. Dan seperti biasanya pula semua orang pasti akan terpukau oleh sosok appa. Aku sering mendengar bisik-bisik guru yang mengajar di sekolahku soal betapa beruntungnya mereka bisa bertemu seorang Shim Changmin setiap paginya. Begitu juga dengan orang tua dari teman-temanku yang selalu drooling saat appa datang mengantarku ataupun menjemputku. Aku sudah lumayan terbiasa dengan reaksi orang-orang di sekitarku saat tau kalau aku adalah anak dari seorang Shim Changmin.

“Nah, kita sudah sampai MinHyunnie”

Ucap appa begitu kami sampai di depan kelasku.

“Baik-baiklah di kelas ya, jangan bertengkar dengan temanmu dan selalu dengarkan kata-kata ibu guru”

Lanjut appa sambil berjongkok di depanku, ia mengelus kepalaku pelan sebelum mencium kedua pipiku seperti yang biasa dilakukan daddy setiap pagi.

“Ah…MinHyun sudah datang ternyata. Selamat pagi Changmin-shii”

Sapa guruku yang merupakan salah satu fangirlnya appa.

Appa pun membalas sapaan itu dengan senyuman mautnya. Aku bisa mendengar suara jeritan dari kelas sebelah.

“Tolong jaga uri MinHyunnie”

Ucap appa yang dibalas dengan anggukan penuh semangat dari guruku. Lihatlah, wajahnya sudah memerah karena malu. Cih…aku tak suka dengan reaksi ahjumma-ahjumma ini. Dilihat dari sisi manapun ia tak mungkin bisa mengalahkan daddy.

Setelah berpamitan appa pun langsung kembali ke mobilnya dan aku sendiri langsung masuk ke dalam kelas. Di dalam kelas aku bisa lihat Jiyool sudah duduk di kursinya yang biasa.

“Selamat pagi, Jiyoolie!”

Sapaku riang. Untung aku sekelas dengan Jiyool, kalau tidak bisa dipastikan aku akan sangat bosan di sekolah ini, kenapa sih appa dan daddy tidak langsung memasukkanku ke sekolah dasar? MinHyun bahkan sudah lebih pintar daripada anak kelas tiga SD yang tinggal di rumah sebelah.

.

.

.

.

.

Pukul 11 sekolah pun usai. Satu per-satu teman-temanku pun pulang dengan orang tuanya dan saat ini hanya aku dan Jiyool yang ada di dalam kelas. Ibu guru masih menemani kami berdua sampai kedua orang tua kami datang. Jiyool bilang ummanya akan sedikit telat jadi ia akan menunggu lebih lama tapi daddy belum juga muncul padahal ia bilang akan menjemputku.

“MinHyun hari ini dijemput siapa?”

Tanya ibu guru saat aku sedang bermain balok kayu dengan Jiyoolie.

“Daddy yang akan menjemputku”

“Omo! Kyuhyun-shii!?”

Pekik guruku itu kaget, ia terlihat sangat bersemangat begitu mendengar daddy yang akan menjemputku. Sepertinya semua orang di sekolahku ini adalah fans daddy dan appa.

Tak berapa lama tiba-tiba daddy sampai di depan kelasku, nafasnya sedikit ngos-ngosan, sepertinya ia habis berlari.

“Selamat siang, bu…maaf saya terlambat menjemput MinHyun”

Ucap daddy di depan pintu. Aku segera merapikan buku dan tasku lalu berjalan kearah daddy yang langsung menggenggam tanganku erat.

“Ah…tidak apa Kyuhyun-shii…”

Jawab guruku sambil tersipu.

“Daddy! Bisakah Jiyoolie pulang dengan kita? Aku tidak mau meninggalkan Jiyoolie sendirian”

Ucapku sambil menarik-narik tangan daddy dan mengajaknya masuk.

“Loh? Jiyoolie belum dijemput?”

Tanya daddy pada Jiyool yang membungkuk hormat padanya. Kata appa Jiyool itu seperti appanya yang dewasa.

“Ne, ahjusshi…umma bilang ia akan telat”

Mendengar itu tiba-tiba daddy mengeluarkan smartphone dari saku coatnya dan menelefon umma dari Jiyool.

“Halo? Jae hyung? Dimana kau sekarang? Kebetulan aku menjemput MinHyun, kalau kau mau aku bisa sekalian membawa Jiyoolie”

Ucap daddy, ternyata ia sedang menelefon Jaejoong ahjusshi, ummanya Jiyool.

“Ne…baiklah. Annyeong”

Daddy memasukkan kembali smartphone itu ke dalam saku coatnya lalu berjongkok di depan Jiyool.

“Hari ini Jiyool pulang dengan ahjusshi ya? Umma bilang ia tak bisa menjemput Jiyool…ia terdengar sangat khawatir tadi…nanti ahjusshi akan mengantarkan Jiyool ke kantor umma”

Jiyool mengangguk mendengarkan kata-kata daddy. Setelah itu aku dan Jiyool berjalan bergandengan menuju mobil milik daddy. Asyiknya bisa pulang dengan Jiyool, hey! Kalian tidak boleh mengganggu Jiyool karena ia adalah calon istriku!

.

.

.

.

.

Setelah mengantarkan Jiyool ke kantor ummanya aku dan daddy pun bergegas menuju kantor SM entertainment, kantor dimana appa dan daddy bertemu pertama kalinya. Daddy bilang ia ada perlu dan harus kembali ke kantor, aku sendiri tidak masalah karena disini pasti banyak ahjusshi yang bisa menemaniku bermain.

“Aku kembali!”

Seru daddy sambil membuka pintu geser yang sudah tak asing bagiku. Ini pasti ruang latihan dance. Oh ya…kalau tak salah daddy memang bilang kalau ia, appa dan ahjusshi lainnya akan melangsungkan konser dua bulan lagi.

Di dalam ruangan itu sudah berkumpul semua Suju ahjusshi. Tentu saja dua ahjusshi favoritku juga ada disana, monkey dan fishy ahjusshi.

“Jusshi!”

Seruku sambil berlari kearah keduanya yang saat ini sepertinya tengah sibuk melatih koreografi. Dengan sigap fishy ahjusshi mengangkat tubuhku dan menguyel-uyelkan pipinya di pipi chubby ku.

“Aigoo…pangeran evil sudah datang…kau makin manis saja! Pipimu semakin mirip Kyunnie!”

Ucap fishy ahjusshi sambil masih terus menguyel-uyel pipiku.

“Yah! Hae! Jangan memonopoli MinHyun begitu, kemarikan! Aku juga mau memeluknya!”

Omel monkey ahjusshi yang tak mau ditinggalkan. Ia menarik-narik tangan fishy ahjusshi agar ia segera melepaskanku.

“Lihatlah Kyu, anakmu baru berusia lima tahun saja sudah memiliki banyak fans”

Kata turtle ahjusshi yang sudah entah sejak kapan berada di sebelah fishy ahjusshi. Ahjusshi yang sedikit aneh ini terlihat senang dengan tingkah fishy dan monkey ahjusshi yang malah memperebutkanku.

“Tentu saja hyung, MinHyun kan anakku dan Changmin”

Jawab daddy sambil sedikit tertawa. Dari tempatku berada aku bisa melihat daddy tengah sibuk membicarakan sesuatu dengan Teuki-Teuki jusshi.

“Huwaaa…MinHyun! Kau benar-benar menggemaskan!”

Tiba-tiba saja Wookie jusshi dan bunny jusshi ikut berkumpul di sekitar fishy dan monkey ahjusshi.

Para ahjusshi-ahjusshi ku ini memang sangat berisik. Mereka tak kalah hebohnya dengan fangirl daddy dan appa yang ada di sekolahku. Walaupun sangat berisik dan sering terlihat bodoh tetapi ahjusshi-ahjusshi ku ini sangat baik dan aku sebenarnya menyayangi mereka, daddy bilang mereka adalah orang-orang yang penting dalam hidupnya dan daddy sangat menyayangi mereka jadi aku sebagai anak yang berbakti juga harus menyayangi dan menghormati mereka.

“Heenim noona!”

Panggilku begitu melihat sosok pria langsing berambut merah yang baru saja masuk ke dalam ruang latihan, aku saat ini sedang berdiri di antara monkey dan fishy jusshi yang masih sibuk berdebat soal siapa yang boleh memelukku lebih dulu-perdebatan yang tak penting.

“Yah! Bocah nakal! Kenapa kau suka sekali memanggilku noona?! Aku ini hyung daddymu!”

Omel sosok itu yang langsung menghampiriku. Aku sendiri hanya tersenyum jahil mendengar omelannya.

“Jusshi sangat cantik dan muda…makanya MinHyun memanggil jusshi noona”

Mendengar itu Heechul jusshi langsung tertawa sambil mencubit pelan pipiku.

“Hahahaha kau memang pintar, bocah!”

Setelah sedikit menggoda Heechul jusshi akupun mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruang latihan itu saat mata bulatku menemukan Wookie jusshi dan bunny jusshi yang tadi berdiri di dekat fishy dan monkey jusshi sudah duduk di salah satu sudut ruangan dengan beberapa kotak makanan di hadapan mereka, melihat begitu banyak makanan perutku jadi lapar lagi…padahal tadi di sekolah aku sudah memakan bekal buatan appa ditambah bekal milik Jiyoolie-masakan umma Jiyoolie memang sangat enak!. Dengan langkah-langkah cepat akupun berjalan kearah keduanya yang sepertinya tidak sadar dengan kehadiranku.

“Jusshi…MinHyun juga lapar…”

Aku sedikit memelas di depan keduanya yang sekarang balik menatapku. Dengan memasang tatapan memelas ala puss in boots andalanku keduanya pun terlihat luluh. Wookie jusshi langsung mengajakku duduk dipangkuannya.

“Ayo kemari MinHyunnie, duduk dekat jusshi. Kami akan menyuapimu”

Karena mereka sudah menawariku tak mungkin rezeki ini kutolak kan? Appa selalu bilang kalau kita tak boleh menolak rezeki yang diberikan Tuhan, terutama kalau rezeki itu berbentuk makanan.

Dengan senang hati akupun menerima suapan demi suapan kimbap dan bulgogi milik Wookie dan bunny jusshi.

“Ayo buka mulutmu, Hyunnie…”

Ucap bunny jusshi sambil mengarahkan sumpit yang penuh dengan salad kearahku. Aku bisa melihat ada benda berwarna hijau mirip pohon disela-sela sumpit itu dan dengan cepat kututup mulutku rapat-rapat.

“MinHyun tak mau makan pohon!”

Mendengar kalimat yang keluar dari mulutku yang sekarang tertutup rapat Wookie dan bunny jusshi saling bertatapan dan keduanya pun melirik kearah sumpit yang hampir menyentuh mulutku itu. Sedetik kemudian keduanya malah tertawa.

“Hahahaha…MinHyun-ah…ini bukan pohon, ini namanya brokoli dan brokoli baik untuk kesehatanmu”

Ucap bunny jusshi, ekspresi wajahnya terlihat seperti sedang menahan tawa sementara wookie jusshi yang memangkuku masih sibuk tertawa.

“Tidak mau! MinHyun tak suka brokoli. Bentuknya mirip pohon. Pohon kan tak bisa dimakan”

Mendengar kata-kataku kembali Wookie dan bunny jusshi tertawa. Ok, sekarang aku merasa sedikit kesal oleh suara tawa mereka berdua.

“Tapi ini bisa dimakan, MinHyun-ah…rasanya enak kok. MinHyun coba ya?”

“Shirreo!”

“Aigoo…melihatmu tak mau makan sayur aku jadi semakin yakin kau benar-benar anak Kyuhyun-ah”

Wookie jusshi berkata sambil mengelus-elus puncak kepalaku.

Appa juga sering bilang begitu saat aku dan daddy menyisihkan sayuran yang ada di makanan kami.

“Tentu saja dia anakku, hyung”

Tiba-tiba saja daddy sudah berdiri di depan kami. Akupun langsung beringsut dari pangkuan Wokkie jusshi dan berjalan kearah daddy, memeluk kakinya dengan erat. Untunglah daddy ada disini menolongku dari pohon yang bernama brokoli itu.

“Tapi nafsu makannya juga mirip Changmin-ah”

Tambah bunny jusshi, mendengar itu daddy jadi tertawa. Daddy melepaskan pegangan tanganku di kakinya lalu meraih tubuhku kedalam gendongannya.

“MinHyun kan anakku dan Changmin, tentu saja ia mirip kami berdua”

“Ya…ya…dan sama evilnya”

Sambung Heechul jusshi yang ternyata berdiri di belakang daddy. Mendengar itu aku tak tahan untuk tidak menyeringai, mengikuti seringai di wajah daddy yang manis.

.

.

.

.

.

“Jiyooliee!”

Seruku begitu melihat sosok anak perempuan dengan rambut sebahu yang dikuncir kuda berdiri tak jauh dari tempatku saat ini, disisinya berdiri Yunho dan Jaejoong jusshi.

“MinHyun…jangan berlari”

Ucap appa yang ternyata berdiri di samping Yunho jusshi, maafkan MinHyun, appa…karena tak menyadari dirimu berdiri disana. MinHyun terlalu fokus dengan Jiyoolie yang terlihat sangat manis dengan sweater warna biru mudanya.

“Aigoo…anak ini begitu melihat Jiyoolie dia langsung membuka pintu mobil dan melompat turun begitu saja”

Ucap daddy yang ternyata mengikutiku. Aku dan daddy tadi berangkat bersama dengan Suju ahjusshi, seperti yang tadi pagi dikatakan daddy kalau hari ini kami semua akan mengunjungi rumah baru Shindong jusshi dan disinilah kami saat ini.

“Kau tak boleh melakukan itu lagi, Hyunie-ah”

Perintah appa dengan wajah serius. Mendengar appa berkata dengan nada suara seperti itu membuatku menunduk takut. Appa sangat jarang marah tapi kalau sudah marah beliau jadi sangat mengerikan. Daddy yang bilang kalau appa senang menahan emosinya dan akan meledak kalau sudah sampai batas maksimumnya.

“Hey, tak usah memarahinya begitu Changdola”

Yunho jusshi berkata, membelaku. Haah…untung saja Yunho jusshi ada disini, karena appa hanya mau mendengar kata-kata Yunho jusshi. Memang sih appa lebih menurut pada daddy tapi daddy sering berkomplot dengan appa kalau sudah memarahiku.

“Ayo-ayo masuk semuanya, kalian sedang apa berdiri-diri di depan pintu rumahku seperti itu?”

Aku bisa mendengar suara Shindong jusshi dari dalam rumah. Mendengar itu kami semua beserta Suju jusshi yang juga baru sampai langsung masuk ke dalam rumah baru milik Shindong jusshi. Rumahnya sangat indah, tamannya luas dan banyak pohon-pohon besar yang membuat suasananya teduh. Begitu masuh ke dalam rumahpun kami langsung disuguhi ruangan luas dengan bagian tengah yang terbuka, seperti taman pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga di seberang sana.

“Ayo kita langsung saja ke ruang keluarga, Nari sudah menyiapkan banyak makanan untuk kita semua”

Ucap Shindong jusshi, mendengar kata makanan aku jadi bersemangat kembali dan melupakan kalau baru saja appa memarahiku.

“Waah…semuanya hadir ya, annyeong”

Sapa Nari ahjumni yang sedang mengandung baby di dalam perutnya. Kata daddy sebentar lagi aku akan punya adik sepupu.

“Kandunganmu sudah besar, Nari-ah…sudah masuk bulan keberapa?”

Tanya daddy setelah ia selesai cipika-cipiki dengan Nari ahjumni. Aku yang saat ini tengah berdiri di samping daddy tak bisa melepaskan pandanganku dari perut Nari ahjumni yang sangat besar itu.

“Sudah bulan ke delapan, Kyuhyun-ah…”

Jawabnya sambil tersenyum. Tatapan matanya bertemu dengan tatapan mataku yang tampak kagum.

“MinHyun mau coba pegang perut ahjumni? Baby bilang ia ingin berkenalan dengan hyungnya”

Ucap Nari ahjumni sambil tersenyum. Aku mengalihkan pandanganku ke daddy, meminta izin padanya dan daddy mengangguk.

Dengan hati-hati akupun meletakkan telapak tanganku diatas perut Nari ahjumni yang membesar itu dan tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu seperti menendang-nendang dari dalam sana. Mataku membulat panik. Apa mungkin baby marah karena aku mengganggu tidurnya? Melihat wajahku yang panik Nari ahjumni malah menahan tanganku di perutnya dan menggerakkannya dengan gerakan memutar.

“Tenang saja, MinHyun-ah…baby hanya ingin mengucapkan salam”

“B-benarkah? Baby tidak marah padaku, kan?”

“Baby tidak marah padamu…ayo sekarang ucapkan sesuatu padanya”

Ucap daddy berusaha menenangkanku. Mendengar kata-kata daddy dan pandangan Nari ahjumni yang mengatakan kalau semuanya baik-baik saja akupun mendekatkan telingaku ke perut buncit itu sambil tanganku masih mengelus-elus permukaan kulitnya.

“Baby…ini MinHyun hyung…cepatlah keluar dari dalam sana, nanti hyung akan mengajarimu bermain game!”

Mendengar kata-kataku itu semua orang dewasa disana langsung tertawa, termasuk daddy dan appa, tapi kali ini aku memaafkan mereka yang menertawakanku karena baby di dalam perut Nari ahjumni sepertinya senang mendengar kata-kataku barusan, buktinya saja ia barusan menendang-nendang menjawab perkataanku.

.

.

.

.

.

Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, sudah saatnya mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan membiarkan tuan rumah juga istrinya yang tengah hamil tua untuk beristirahat.

“Kyu? Dimana MinHyunnie?”

Tanya Changmin saat ia tak melihat MinHyun di ruang tengah.

“Tadi ia tertidur di atas karpet bersama Jiyool, sepertinya mereka terlalu lelah bermain. Karena aku tak tega membangunkan mereka aku memindahkan keduanya ke kamar tamu”

Jawab Donghae yang duduk di sebelah Kyuhyun.

“Terima kasih, hyung”

Ucap Changmin sambil menepuk pundak Donghae lalu beranjak dari duduknya kearah kamar yang ditunjuk oleh Donghae barusan. Yunho pun mengikuti langkahnya.

Dengan pelan dan berhati-hati kedua appa itu membuka pintu kamar tamu milik Shindong dan Nari, bibir keduanya langsung tertarik membentuk senyuman saat melihat pemandangan yang tersaji di depan mata mereka begitu pintu terbuka.

Diatas tempat tidur berukuran queen size itu dua orang anak tengah tidur berhadapan dengan kening yang menempel dan tangan yang saling menggenggam. Wajah-wajah damai bak malaikat itupun membuat kedua appa yang tadinya berniat membangunkan jadi tak tega mengusik tidur kedua malaikat kecil itu.

“Aigoo…mereka serasi sekali!”

Pekik Jaejoong tertahan melihat bagaimana putrinya terlihat nyaman saat tidur disebelah MinHyun, padahal Jiyool biasanya tak bisa tidur jika tidak dipeluk olehnya.

“Hyung, aku tau apa yang ada di dalam kepalamu sekarang”

Ucap Changmin sambil melirik kearah Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berdiri di sisi tempat tidur dengan kamera ditangannya. Bersiap mengabadikan moment yang menurutnya terlalu sayang kalau tak disimpan dalam bentuk foto.

“Sepertinya kita akan menjadi besan, Changmin-ah”

Sambung Yunho sambil sedikit tertawa, tentu saja ia tak mau membangunkan kedua anak yang sedang tertidur lelap di depannya.

“Aku harap Jiyool akan tumbuh menjadi anak yang cantik, karena MinHyun pasti akan tumbuh menjadi anak yang tampan sepertiku”

“Tentu saja uri Jiyoolie akan tumbuh menjadi anak yang cantik! Kau tak lihat bagaimana cantik ummanya ini?”

Omel Jaejoong yang tak terima gen cantiknya diragukan.

“Sst…jangan berisik kalian berdua. Selalu saja bertengkar kalau bertemu”

Yunho meletakkan telunjuknya diantara kedua bibirnya, menyuruh istri juga dongsaengnya untuk tenang.

Setelah sekitar lima menit keempat orang dewasa itu sibuk oleh kegiatannya masing-masing akhirnya Changmin dan Yunho memutuskan kalau sudah waktunya mereka semua pulang. Mau tak mau MinHyun dan Jiyool harus segera dipisahkan.

Dengan pelan dan berhati-hati Changmin mengangkat tubuh putranya kedalam gendongannya, MinHyun sepertinya sudah terlalu lelap sehingga ia tak bergeming saat akhirnya tubuh kecilnya sudah berada di dalam gendongan posesif Changmin.

“MinHyun tertidur? Manis sekali…”

Sambil berbisik semua member Super Junior mengerubungi Changmin yang tengah menggendong MinHyun. Mereka merasa gemas dengan wajah damai MinHyun yang sedang tertidur.

“Kami pulang dulu, hyung. Terima kasih untuk jamuannya”

Ucap Kyuhyun berpamitan pada Shindong dan juga Nari. Changmin sendiri masih berada diantara kerumunan manusia yang sekarang justru berlomba-lomba ingin memfoto MinHyun yang sedang tidur.

.

.

.

.

.

Dengan berhati-hati Changmin meletakkan tubuh mungil dalam gendongannya keatas tempat tidur single size dengan seprei bermotif spongebob milik anaknya itu, kemudian menyelimutinya sebatas dada.

Tak lupa Changmin mengecup kening putera kesayangannya itu.

Good night, my baby. Have a sweet dream

Bisiknya sambil mengelus puncak kepala MinHyun yang masih tertidur lelap. Dengan perlahan Changmin pun beranjak dari tempatnya, menghidupkan kedua lampu di sisi tempat tidur MinHyun dan berjalan menuju pintu kamar.

“Sepertinya MinHyun sangat lelah seharian ini, ia bahkan tak terusik dengan keributan para hyungdeul tadi”

Ucap Kyuhyun begitu Changmin masuk ke kamar mereka berdua yang ada tepat di samping kamar MinHyun. Kyuhyun sendiri saat ini sudah berganti dengan piyama warna biru muda, wajahnya polos tanpa make-up.

Changmin tersenyum. Ditatapinya sosok pria yang sudah lima tahun dinikahinya itu sebelum menarik pria manis itu kedalam pelukannya. Meresapi hangat tubuh Kyuhyun dan harum manis yang menguar secara alami dari tubuh kurus milik ‘istri’nya itu.

“Aku sangat bahagia, Kyu”

Ucap Changmin sambil mencium leher putih milik Kyuhyun yang terekspos.

“Hmm…kenapa?”

Kyuhyun balik bertanya, bibirnya tersenyum sambil kedua tangannya yang memeluk punggung Changmin mengeratkan pelukannya.

“Karena kau dan MinHyun. Kalian menyempurnakan hidupku”

Changmin melepaskan pelukannya, pria yang lebih tinggi itu meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun. Perlahan Changmin menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun lalu meraup bibir pink milik Kyuhyun kedalam sebuah ciuman. Bukan ciuman penuh nafsu tetapi ciuman pelan yang tidak menuntut.

Saat akhirnya Changmin melepaskan ciumannya pria itu kembali menarik Kyuhyun kedalam pelukannya, kali ini lebih erat dari sebelumnya. Changmin meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun lalu berbisik,

“Saranghae, my love…

.

.

.

.

.

THE END

 

2 thoughts on “A Day in MinHyun’s Life

  1. huwaaa bener” speechless baca ini ^_^
    iri banget sma baby minhyun, udh pnya appa n daddy kya MinKyu, bisa di kerubungin? sma suju oppadeul, udh gtu pnya camer YunJae. hahaha lengkap sudah
    Minhyun emang bener” anak’a kyuhyun, ga suka makan sayuran…masa brokoli dibilang pohon ckckck
    Oia, koq YooSu couple ga ada nie??

  2. .huwaa, minhyunnie lucu banget sich,..
    .bikin gemes ajha,..😀
    .dia masih polos banget tapi udah pernah liat daddy sama appa-nya bikin adek,…
    .haha,..
    .by the way ff-nya eonnie yang di ffn nggak dipindah ke wp ini ajha tha eon,.??!!
    .aq susah mau bacanya kalo di ffn,..
    .please, help me eon,..!!
    .kemaren sich sempet bisa buka terus aku baca I Got Kyu Little Runaway sama ChangKyu the matchmaker ya kalo nggak salah, tapi mau komen susah bingit,..
    .mau komen disini ajha ya eon,..

    – IGKLR = hmm, chwangkyu sebenernya udah sama-sama suka ya eon,.??!!
    .terus itu yang nyulik sungmin, jiyoung,.??!!
    .neexxtt eon, aq nggak ikutan jawab kuis dech, hehe, ikutan baca ajha kalo bisa,.. ^^v

    – CTM = akhirnya chwang bisa juga jadian sama kyuhyun,..
    .walaupun awalnya chwang terkesan cuek tapi ternyata dia cinta banget sama kyu,..😀

    .udah dech eon itu ajha titipan reviewnya,..
    .gomawo,..🙂

    – rikha-chan –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s