Muerte-02

Muerte~

-a Changkyu fanfiction-

Pairing  : Changkyu (Changmin x Kyuhyun)

Genre : Angst

Rate : M (for suicidal theme)

Disclaimer : I only own the plot and idea, ChangKyu belongs to each other

Warning : Character death

A/N : If you are against this pairing please refrain yourself from reading my fic. Constructive critics are welcome but do not bash the character or the author^^

==================================================================

Aku sendiri juga tidak tahu sejak kapan aku memiliki perasaan ingin bertemu, ingin mendengar suaranya, ingin melihat senyumnya, ingin menyentuhnya, memeluknya, menciumnya; semua perasaan posesif ini muncul tanpa kusadari dan tanpa aba-aba.

Saat terbangun tau-tau aku sudah mencintai si bodoh itu. Eh? Si bodoh? Ya…mulai sekarang aku akan memanggilnya si bodoh. Si bodoh yang dicintai oleh seorang idiot sepertiku. Bukankah hanya orang idiot yang mencintai orang bodoh?

Si bodoh yang bahkan tidak menyadari perasaanku

 

Mata Changmin kembali membulat membaca tiap tulisan tangan Kyuhyun. Ini sudah halaman ke dua puluh yang ia baca sejak pertama kali menemukan jurnal milik Kyuhyun kemarin. Saat ini Changmin sedang didalam van, ia dan Yunho dalam perjalanan menuju salah satu hall yang akan menjadi tempat fansign event TVXQ berlangsung.

Sejak saat itu pula Changmin selalu membawa jurnal milik Kyuhyun kemanapun ia pergi. Saat ada waktu senggang ia akan membuka dan membaca tiap kata yang tertulis di dalamnya, dari situ pula Changmin bisa melihat betapa tulus perasaan sang sahabat kepada orang yang disebutnya ‘si bodoh’ dalam setiap tulisannya.

Seorang Cho Kyuhyun telah benar-benar jatuh cinta pada ‘si bodoh’ itu. Pantaskah kalau saat ini Changmin merasa sedikit terganggu? Bukankah itu hak Kyuhyun jika ia ingin mencintai seseorang, apapun gendernya.

 

“Min? Kau kenapa?”

Tanya Yunho saat di dapatinya sang magnae sedang meremas erat buku yang dipegangnya. Yunho menyadari kalau sejak dua hari lalu Changmin kerap membawa-bawa sebuah buku kemanapun ia pergi dan itu bukanlah buku komik ataupun novel misteri yang sering dibaca Changmin.

Changmin tersadar dari emosi abu-abunya, ia segera menutup jurnal berwarna biru safir itu dan memasukkan buku berukuran kecil tersebut kedalam tasnya.

 

“Tidak apa-apa hyung”

Changmin menjawab singkat dan menolehkan wajahnya, menatap pemandangan luar yang entah kenapa tiba-tiba menarik perhatiannya. Changmin feels suffocated and he don’t know why.

Sejak kematian Kyuhyun lebih dari seminggu yang lalu Yunho menyadari banyak perubahan terjadi pada magnaenya. Changmin menjadi lebih pendiam dan tertutup sekarang, bahkan lebih parah dari yang selama ini harus dihadapi Yunho. Ia sering melamun dan pergi ke suatu tempat sendirian. Yunho tahu kalau kehilangan Kyuhyun adalah pukulan terbesar untuk Changmin tetapi lama kelamaan kelakuan Changmin membuat Yunho khawatir.

Lima hari setelah Kyuhyun dimakamkan Jaejoong mengajak mereka semua-Yunho, Changmin, Yoochun dan Junsu untuk pergi berekreasi ke sebuah tempat ski yang lumayan jauh dari kota. Semuanya-termasuk Jaejoong, Yoochun dan Junsu-merasa khawatir dengan perubahan sikap Changmin yang semakin gloomy setiap harinya maka dari itu mereka merencanakan liburan singkat tersebut dengan harapan Changmin akan sedikit melupakan kesedihannya tetapi yang harus mereka hadapi adalah Changmin yang berdiri mematung memandang hamparan salju sambil bergumam…

 

“Kyuhyun pernah membawaku kemari di hari ulang tahunnya”

Langsung saja ke-empat pria dewasa itu bertukar pandang begitu mendengar perkataan Changmin. Mereka telah membawa Changmin ke tempat yang salah. Bukannya membuat sang magnae kembali ceria malah membuatnya semakin terpuruk dalam kesedihan.

 

“B-bagaimana kalau kita pergi ke pemandian air panas saja?”

Usul Yoochun yang langsung diamini oleh ketiga orang lainnya sementara Changmin masih terus menatapi hamparan salju yang terpampang jelas di depan matanya. Terpaksa Junsu dan Yunho menarik tubuh Changmin yang masih mematung dari tempat itu, mereka langsung check out dan pindah ke sebuah tempat pemandian air panas yang tak jauh dari sana namun lagi-lagi semua hyung Changmin panic saat sang magnae kembali bergumam.

 

“Kyuhyun juga pernah membawaku kemari…dihari ulang tahun ku”

Ke empat pria dewasa itu pun mendesah bersamaan, mereka sudah habis akal. Niatan untuk membuat Changmin kembali bersemangat langsung hilang, malah sekarang mereka ikut masuk dalam ke muraman Changmin.

 

“Sebenarnya kemana saja mereka pergi berdua selama ini…”

Keluh Junsu tentu saja sepelan mungkin agar sang magnae tidak bisa mendengarnya.

Tidak hanya Yunho, Jaejoong, Junsu serta Yoochun yang dibuat panik oleh perubahan sikap Changmin, semua member Super Junior juga merasakan kekhawatiran yang sama tiap kali mereka bertemu Changmin dan mendapati sang member tertinggi di TVXQ itu seperti menghitung jumlah orang yang ada di depannya dan terlihat muram saat satu orang yang mereka-tahu-siapa tidak ada di barisan tersebut. Yunho bahkan meminta pertolongan Leeteuk-leadernya Kyuhyun untuk memberi semangat kepada Changmin tetapi tetap saja hasilnya nol, Changmin masih setia dengan kesedihannya.

Sekali lagi Yunho hanya bisa berada di samping Changmin dan menatap sang magnae penuh prihatin, memang hanya Kyuhyun-lah yang bisa mengembalikan senyum Changmin tetapi sayangnya kali ini Kyuhyun pula lah yang mengambil paksa senyum itu dari seorang Shim Changmin.

.

.

.

People said “to love is to give in”

Aku sering mendengar dialog di drama yang berbunyi : ‘Kalau kau bahagia aku pun akan bahagia, walaupun kebahagianmu itu bukan denganku’

Huh…semuanya bohong! Mana mungkin aku bisa bahagia jika kau dengan wanita lain? Mana mungkin aku akan bahagia melihatmu mencintai wanita lain.

Aku ingin kau bahagia, bersamaku, mencintaiku dan dicintai olehku.

Lagi-lagi Changmin merasakan perasaan aneh itu, seperti suatu benda tumpul sedang menusuk-nusuk dadanya, membuat dirinya sulit bernafas.

Entahlah, Changmin sendiri tidak mengerti betapa kata-kata yang tertulis di Jurnal Kyuhyun bisa membuat emosinya naik-turun. Semua pengakuan cinta itu…ditulis dengan tulus dan penuh dengan kesedihan. Changmin bahkan seperti bisa merasakan bagaimana jika ia ada di posisi Kyuhyun, mencintai seseorang yang bahkan tidak menyadari kehadirannya.

Selama ini Kyuhyun adalah tempat curhatnya, semua keluh kesahnya selalu ia tumpahkan pada Kyuhyun dan saat ini Changmin baru menyadari kalau dirinya tidak pernah menjadi tempat Kyuhyun berkeluh kesah. Kyuhyun selalu mendengarkan semua perkataannya tetapi ia tidak pernah mendengar apapun dari Kyuhyun.

“Akulah yang egois disini”

Bisik Changmin sambil tangannya membuka lembar berikutnya dari jurnal Kyuhyun.

.

.

.

Tubuh tinggimu yang menjulang selalu bisa membuat dirimu terlihat walaupun diantara kerumunan manusia.

Kau yang menangkap tatapanku dan membalasnya dengan senyuman bahagia langsung berjalan menghampiriku yang hanya berdiri diam diantara kerumunan manusia lain penghuni SMTown, menunggumu untuk berdiri disampingku.

Seperti biasa kau akan menarik tanganku, menggenggamnya erat dan perlahan menarik tubuhku kedalam pelukan hangatmu. Walaupun kaus yang kau pakai telah basah oleh keringat, walaupun rasanya lengket saat kau memelukku, walaupun rasanya geli saat kau menenggelamkan wajahmu di ceruk leherku tetapi itu adalah 10 detik paling indah yang aku alami hari ini.

Terima kasih Tuhan, kau izinkan aku bertemu dan jatuh cinta dengannya.

Walaupun si bodoh itu tidak sadar kalau aku membisikkan ‘saranghae’ saat ia memelukku tadi…

Tubuh Changmin yang sedang dalam posisi duduk langsung menegak saat ia membaca halaman ke tiga puluh tujuh dari Jurnal Kyuhyun tersebut.

 

“SMTown? Orang yang disukai Kyuhyun juga anggota SMTown?”

Bisik Changmin tak percaya. Apakah seseorang ini juga dikenalnya? Apakah ia ada disana-di penggalan cerita yang dituliskan Kyuhyun? Siapa sebenarnya ‘si bodoh’ milik Cho Kyuhyun itu?

 

“Tubuhnya yang tinggi…berarti ia lebih tinggi dari Kyuhyunnie…”

Changmin mulai coba menerka-nerka siapakah ‘si bodoh’ yang kejatuhan cinta sang sahabat. Ia mulai mengurutkan orang-orang di SMTown yang dekat dengan Kyuhyun dan lebih tinggi dari sang magnae Super Junior.

Hmm…Minho-yah…Siwon hyung…Zhoumi hyung…Yunho hyung? Tidak…Kyu tidak mungkin menyukai Yunho hyung…benar kan? Yunho hyung sudah mempunyai Jaejoong hyung dan ia jelas-jelas tidak akan menyukai wanita jadi Yunho hyung harus dicoret dari list…”

Seperti orang gila Changmin berbicara sendiri. Yunho yang sedang duduk tak jauh dari Changmin hanya bisa memperhatikan sang magnae dengan tatapan bingung, setelah kemarin-kemarin termenung dengan tatapan kosong kali ini Changmin terlihat berbicara sendiri. Yunho merasa perlu membawa Changmin ke seorang psikiater sebelum kejiwaan Changmin benar-benar terganggu.

 

“Minho…tidak tidak tidak…Kyuhyun tidak mungkin menyukai si bodoh itu. Eh, tetapi Kyu memang sering memanggil Minho dengan sebutan ‘bodoh’ kan…ani ani ani…Kyuhyun bukan pedophile, eh…usia Minho hanya beda 2 tahun dari kami…aaargh…pokoknya tidak boleh dengan Choi Minho! Dia harus dicoret dari list”

Lagi-lagi Changmin mengomel sendiri. Entahlah…ada rasa tak rela saat Changmin harus membayangkan Kyuhyun bersanding dengan Minho. Dan sekarang Changmin bahkan mengacak rambutnya frustrasi. Minho adalah anggota Kyu-Line, ia juga sangat dekat dengan Kyuhyun sama seperti Changmin, ada kemungkinan memang kalau ‘si bodoh’ yang dimaksud Kyuhyun adalah Minho tetapi lagi-lagi Changmin merasakan perasaan itu…tak rela jika Kyuhyun-nya disentuh pria lain, walaupun itu seorang Choi Minho yang notabene adalah dongsaeng merangkap sahabatnya. Lalu bagaimana dengan Siwon dan Zhoumi? Bahkan sejak sebelum Changmin sedekat ini dengan Kyuhyun si magnae bertubuh kelewat tinggi itu sudah merasa risih saat keduanya berdekatan dengan Kyuhyun.

Pikiran-pikiran dan imajinasi liar Changmin buyar saat Yunho memberanikan diri memanggil sang magnae, mengembalikan kesadaran Changmin.

 

“Minnie-yah…apa yang sedang kau lakukan? Sebentar lagi kita tampil”

Ujar Yunho, ia berjalan menghampiri Changmin yang masih duduk di tempatnya dengan sebuah buku bersampul biru safir di pangkuannya.

 

“N-ne…”

Segera Changmin memasukkan jurnal milik Kyuhyun itu kedalam tasnya dan memastikan buku tersebut tak akan bisa diambil oleh orang lain. Setelah selesai Changmin langsung menghampiri Yunho yang telah menungguinnya di luar pintu.

Saat keduanya tengah berjalan menuju stage Changmin tiba-tiba bertanya pada Yunho.

 

“Hyung…apakah ada orang lain yang bertubuh lebih tinggi dari Kyuhyun selain Siwon hyung, Zhoumi hyung dan Minho-yah? Yunho hyung tidak termasuk!”

Yunho menatap Changmin bingung sebelum akhirnya menjawab.

 

“Bukankah kau juga lebih tinggi dari Kyuhyun?”

 

Yunho tak habis pikir dengan kelakuan Changmin yang semakin ajaib belakangan ini. Lebih tepatnya sejak Changmin selalu membawa-bawa sebuah buku bersampul biru safir. Yunho merasa perlu mengetahui isi buku tersebut, mungkinkah buku itu berisi kumpulan mantra-mantra sesat? Atau saja buku itu berhasil mencuci otak Changmin yang sejak kehilangan Kyuhyun memang semakin aneh? Saat Yunho telah sadar dari pikiran-pikiran anehnya itu sang Leader TVXQ baru menyadari kalau Changmin tak lagi berjalan disampingnya. Ia menoleh kebelakang dan menemukan Changmin sedang menatapnya dengan tatapan kaget bercampur bingung.

Sekalipun pelan Yunho masih dapat mendengar gumaman Changmin

“Tidak mungkin aku…”

.

.

.

SMTown Concert adalah konser yang diadakan SM entertainment yang menampilkan seluruh artis yang bernaung dibawah bendera SM entertainment, manajemen artis yang disebut-sebut paling berpengaruh di Korea Selatan. Bagi Changmin sendiri konser SMTown dan konser solo TVXQ mempunyai keseruan yang berbeda.

“Bagaimana kalau berduet denganku?”

Tanya Kyuhyun pada Changmin. Mata bulat Changmin menatap penuh kebingungan mendengar ajakan itu keluar begitu saja dari mulut Kyuhyun. Memang selama ini Changmin selalu ingin bisa berduet dengan Kyuhyun, setelah rekaman lagu Wish di album Mirotic entah kenapa Changmin semakin penasaran bagaimana kalau hanya ada suaranya dan Kyuhyun disana. Hanya saja Changmin tak pernah benar-benar mengutarakan itu kepada Kyuhyun maupun manajemen mereka.

“Boleh saja. Kita berduet lagu apa? Jangan lagu Sung Shi Kyung ya Kyu…kau tau aku tak terlalu bisa menyanyikan lagunya…”

 

Kyuhyun tergelak. Ia mengerti betul jenis dan range suara Changmin.

“Hmm…akan kutanya pada ELF di twitterku…”

Seru Kyuhyun semangat, ia langsung mengeluarkan smartphonenya dari dalam saku celananya dan mulai mengetik sesuatu disana. Changmin hanya berdiri di samping Kyuhyun, memperhatikan setiap gerakan sang sahabat.

“Selesai! Kita tinggal tunggu saja jawaban dari mereka”

 

Hanya berselang sehari dari pertanyaan ajaib Kyuhyun itu tiba-tiba sang magnae Super Junior sudah berdiri di depan pintu kamar dorm Changmin.

“Just the way you are! Kita akan menyanyikan lagu itu untuk duet stage di SMTown!”

Seru Kyuhyun sambil melompat keatas tempat tidur Changmin, mengganggu tidur sang magnae yang bertubuh lebih tinggi itu. Changmin berbalik dan kembali bergelung dalam selimutnya sementara Kyuhyun masih semangat berceloteh tentang lagu yang akan mereka nyanyikan.

“Yah! Shim Chwang! Bangunlah!”

Omel Kyuhyun saat ia akhirnya menyadari kalau Changmin masih bergelung di dalam selimutnya. Dengan susah payah Kyuhyun menarik paksa selimut yang menutupi tubuh atletis Changmin.

“Kenapa kau bangun pagi sekali…biasanya kau tidak akan bangun sampai matahari sudah tinggi”

 

Keluh Changmin, ia tahu betul kebiasaan Kyuhyun yang memang sulit bangun pagi. Anehnya kali ini sang sahabat yang juga leader Kyu-Line itu bangun lebih pagi darinya, Changmin melirik jam yang terletak di dekat tempat tidurnya dan melihat deretan angka 7:00 am disana.

Kyuhyun hanya membalas dengan cengiran sebelum ia mulai menyanyi sambil menatap wajah Changmin.

 

“When I see your face, there’s not a thing that I would change. Cause you’re amazing…just the way you are”

Satu bait lagu milik Bruno Mars itu mengalun indah dari mulut Kyuhyun membuat Changmin mau tak mau jadi benar-benar terbangun sekarang. Suara Kyuhyun memang selalu bisa membuat Changmin terpana. His caramel machiatto voice yang kali ini akan membaur dengan suara milik Changmin sendiri.

“Baiklah…kita akan menyanyikan lagu itu di konser SMTown”

Jawaban final dari Changmin tesebut membuat Kyuhyun menghambur untuk memeluk leher Changmin yang masih terduduk diatas tempat tidurnya.

“Saranghae Changmin-ah…”

 

Bisik Kyuhyun pelan. Changmin tersenyum dan satu tangannya bergerak untuk mengelus surai ikal milik Kyuhyun.

“Nado saranghae…”

.

.

.

“Kau tersandung dan nyaris terjatuh dipanggung tadi Changmin-ah…kau seperti kehilangan fokusmu tadi. Sebenarnya apa yang terjadi padamu?”

 

Yunho menceramahi Changmin yang sibuk menatap lantai dibawahnya. Alasan Yunho memarahi Changmin seperti ini adalah karena Changmin yang kehilangan fokusnya saat dipanggung. Changmin lupa liriknya sehingga Yunho harus meng-cover bagiannya dan yang paling parah Changmin tersandung dan hampir terjatuh dari atas panggung untung saja ada dancer yang menahan tubuh Changmin yang nyaris menyentuh lantai itu.

“Kau perlu istirahat Changmin-ah…sejak pemakaman Kyuhyun semakin hari kau semakin sering tidak focus dalam bekerja. Ini tidak baik Changmin-ah…”

 

Saat mendengar nama Kyuhyun disebut oleh Yunho sang magnae yang bertubuh lebih tinggi itu langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Yunho tajam.

“Ini semua salahku, hyung! Jangan menyalahkan Kyuhyun…”

 

Ucapnya tajam, suaranya terdengar sedikit lebih berat menandakan kalau saat ini emosinya sedang naik. Yunho yang mendengar nada suara Changmin sedikit tersinggung, bagaimanapun juga ia mengkhawatirkan keadaan Changmin tetapi orang yang diberi perhatian malah memarahinya?

“Hyung hanya tidak ingin melihatmu terlalu lama muram karena kepergian Kyuhyun. Tak kah kau sadar kau terlihat seperti orang depresi saat ini? Saat ini daripada seorang pria yang kehilangan sahabatnya kau lebih terlihat seperti seorang pria yang kehilangan kekasihnya!”

Seperti sebuah tamparan kata-kata Yunho membuka mata Changmin. Changmin mendongakkan kepalanya, menatap Yunho penuh kebingungan. Yunho hanya mendesah pelan saat melihat tatapan itu lagi. Jujur saja, sang leader tak pernah habis pikir dengan hubungan Changmin dan Kyuhyun selama ini. Yunho jelas-jelas bisa melihat ada yang lain dari hubungan keduanya tetapi tampaknya orang yang menjalani hubungan itu sendiri tidak saling menyadari perasaan satu sama lain. Yang satu terlukai dan yang satu tanpa sadar selalu melukai.

“Aku pikir kau cukup pintar untuk menyadarinya…Kyuhyun menyukaimu, Changmin-ah”

.

.

.

Kau menciumku.

Walaupun saat itu kau sedang mabuk, bibirmu bau beer dan ciumanmu rasa alkohol tetapi ciuman itu tetap ciuman termanis yang pernah aku rasakan.

Memang setelah itu kau pingsan dan aku mati-matian menggotong tubuhmu yang berat itu pulang tetapi rasanya semua itu sebanding dengan sebuah ciuman darimu.

Hah…bahkan saat ini aku terdengar seperti seorang gadis remaja yang baru merasakan cinta dan dicium oleh kakak kelas pujaannya-sepertinya aku kebanyakan baca shoujo manga-

Shim Changmin…mungkin saat kau bangun nanti kau tak akan ingat ciuman kita semalam, kau juga mungkin tak kan ingat pengakuan cintaku barusan tapi paling tidak aku sudah menyampaikan kalau aku, Cho Kyuhyun mencintai Shim Changmin.

4 thoughts on “Muerte-02

  1. rasanya tak bs berkedip membaca tiap untaian yg Unnie tulis, sungguh rasanya sesak pen nangis tp susah, seperti ada yg menahanya, dan akhrnya deretan kalimat terakhr suskses membuatku menangis . . . huwee ini terlalu menyakitkan, setulus itukah perasaan Cho Kyuhyun u/ Shim Changmin dan kenapa kau begitu pabbo Shim Chwang u/ menyadari perasaan kyu, u/ menyadari perasaanmu sendiri, sementara orln bs meliat dngn jelas

  2. Karena ak gk pux akun ffn, komen dsini aja deh, hehe

    Betul2 sakit bacax… Knapa u xdarin prasaan u telat bgt chwang??? Seandaix lebih cepat, keadaanx skrg mungkin jauh beda…
    D ffn author-ssi ada nx mw sad end taw happy end y?
    Law happy end gmn athor-ssi? Kan kyux udah gk ada T.T
    Apa chwang bkal nyusul kyu? Gpp sih, supaya mreka brsatu dsana..

  3. Gak disini g di ffn. Q telat T_T

    Kyu.. Kyu..
    Apes bener dirimu jatuh cinta ama laki2 gak peka macem Changmin? Tsk
    “Kyuhyun pernah membawaku kemari di hari ulang tahunnya”
    nanceb!

    Btw soal lagu Wish, q suka bngt lagu itu. Selain krna memang perfect, juga itu lagu duet(?) pertama ChwangKyu
    – abaikan😀 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s