Muerte-01

Title : Muerte

Pairing : broken!Changkyu

Rating : -no rate-

Genre : Angst

Warning : Character death

Disclaimer : i only own the plot and idea for the story but sadly the characters aren’t mine, they belong to themselves.

“Changmin”

Panggilan serta tepukan pelan di pundak Changmin mengembalikan pria bertubuh jangkung itu dari lamunannya. Changmin menengok ke sekelilingnya dan baru menyadari kalau dia hanya tinggal berdua dengan Ahra di tempat itu, gundukan tanah yang berada tepat di depannya seakan-akan menyadarkan Changmin bahwa inilah kenyataan yang harus dihadapinya. Kyuhyun memang telah tiada.

“Ayo pulanglah…sudah dua hari kau tidak pulang”

 

Ucap Ahra penuh perhatian, noona dari sahabatnya ini memang selalu memperlakukannya seperti adiknya sendiri. Sama seperti kedua orang tua Kyuhyun yang juga memperlakukan dirinya seperti anak mereka sendiri.

“Noona kenapa masih ada disini?”

Sesaat Ahra tersenyum, walaupun masih terlihat dengan jelas gurat-gurat kesedihan dan lelah yang amat sangat dari wajahnya namun wanita yang saat ini berusa tiga puluh tahunan itu berusaha tersenyum dengan tulus. Menunjukkan kalau ia baik-baik saja.

“Aku sudah berjalan kembali ke mobil saat ku lihat kau masih berdiri disini sendirian. Makanya aku kembali. Pulanglah, Changmin…hari sudah gelap”

 

Changmin mengangguk. Memang saat ini jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, langit sudah gelap dan hawa dingin malam sudah mulai menusuk ke tulang Changmin yang hanya memakai setelan jas hitam serta kemeja putih.

Changmin menatap sejenak batu nisan yang bertuliskan nama sahabatnya itu sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah kaki Ahra yang mulai menjauh.

“Aku akan mengunjungimu lagi, aku janji Kyu”

 

Kamar ini masih sama seperti terakhir kali ia menginap di rumah Kyuhyun. Ia beserta Minho dan Jonghyun datang bermain ke rumah Kyuhyun, kebetulan saat itu Kyuhyun memang sedang menginap di rumah keluarganya dan tidak tinggal di dorm Super Junior seperti biasanya. Changmin masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana mereka duduk di lantai kamar Kyuhyun yang beralaskan karpet berwarna cream, si empunya kamar duduk membelakanginya dengan mata yang tertuju ke LCD TV besar dan joystick di tangan. Hari itu ia dan Minho duel game PS3. Jonghyun duduk di sebelah Changmin sambil membaca buku yang ia ambil asal dari rak buku Kyuhyun sementara Changmin duduk dibelakang Kyuhyun sambil mengomentari permainan Kyuhyun vs Minho.

“Kau payah Choi Minho”

 

Ejek Changmin sambil sedikit terkekeh saat tokoh Minho sudah game over sementara rapper SHINee tersebut bersungut-sungut lucu mendengar ejekan hyungnya.

“Kyuhyun hyung curang!”

Kyuhyun mencibir, tangannya meraih sekaleng soft drink yang terletak dekat dengan tubuhnya. Seingatnya itu milik Changmin tapi ia tak terlalu perduli, toh si empunya juga tidak akan marah kalau ia menghabiskan minuman itu.

“Atas alasan apa kau bilang aku curang? Mengaku saja lah Minho, skill mu dibandingkan denganku belum ada apa-apanya. Aku disebut GameKyu bukan tanpa alasan”

 

Ejek Kyuhyun, dia selalu merasa puas kalau bisa melihat orang lain kalah darinya. Selama hidupnya sebagai seorang professional gamer Kyuhyun memang terkenal jago dan handal dalam bermain segala jenis game, mau itu game anak-anak seperti Mario kart maupun game fighting seperti Tekken dan semacamnya. Starcraft? Well…tidak perlu di bilang lagi…mungkin Kyuhyun bisa disebut ‘dewa’nya game itu…bahkan karakternya di Starcraft saja bisa laku dijual jutaan won. Sungguh seorang gamer sejati.

“Ayo Kyu saatnya tanding denganku!”

 

Seru Changmin semangat sambil merebut joystick dari Minho yang harus rela melepaskan posisinya kepada Changmin.

“Jangan mengadu pada Yunho hyung kalau kau kalah ya”

 

Ucap Kyuhyun sedikit mengejek. Diantara semua anggota Kyu-Line Kyuhyun mengakui skill gaming milik Changmin. Bisa dibilang kalau Changmin adalah satu-satunya orang yang bisa disebutnya sebagai rival. Dan tak bisa Kyuhyun pungkiri kalau Changmin memiliki tempat yang spesial di hatinya.

“Wangi apel…”

 

Bisik Changmin saat indera penciumannya menyesap dalam-dalam udara yang terkurung di dalam kamar milik sahabatnya itu. Sudah seminggu sejak Kyuhyun pergi dan hari ini Changmin berkunjung ke kediaman keluarga Cho. Hawa duka itu masih terasa, mungkin karena alasan kematian Kyuhyun memang tak wajar maka dari itu keluarga Cho seperti belum bisa merelakan kematiannya.

Changmin meneliti setiap sudut kamar minimalis milik sang sahabat. Kyuhyun memang terkenal simple, tidak hanya dalam berpakaian tetapi juga dalam memilih furniture yang menghiasi kamarnya.  Deretan botol wine berbagai jenis menghiasi frame jendela kamar itu, kecanduan Kyuhyun akan wine membuat sang magnae Super Junior mengoleksi berbagai jenis wine dari berbagai negara dan umur yang berbeda.

Changmin berjalan kearah kamar mandi yang ada di dalam kamar Kyuhyun. Tangannya sudah memegang gagang pintu dan bersiap membuka pintu itu sebelum kata-kata Leeteuk tergiang di telinganya.

“Kyuhyun ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi di kamar tidurnya, ia menyayat pergelangan tangannya dan menenggelamkan tubuhnya di dalam bath tub. Yang kudengar dari pembantu yang menemukan tubuh Kyuhyun saat itu Kyuhyun seakan-akan berendam didalam bak berisi darah, karena banyaknya darah yang keluar dari luka sayatan di pergelangan tangannya. Tidak ada yang tau alasan Kyuhyun berbuat seperti itu…dia bahkan tak pernah bercerita apapun kepadaku dan hyung-hyungnya yang lain…kenapa dia begitu bodoh…bukankah Kyuhyun seorang jenius? Kenapa dia bisa bertindak seperti orang idiot…”

 

Ini adalah tempat dimana Kyuhyun meregang nyawanya…

Perlahan Changmin membuka pintu kamar mandi tersebut. Bau amis darah masih samar-samar tercium oleh indera penciuman Changmin tatkala ia masuk kedalam ruangan berukuran 6 x 6 meter itu. Matanya menatap bath tub yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Kamar mandi itu telah bersih seakan-akan Kyuhyun tak pernah mengiris nadinya dan tertidur bermandikan darahnya sendiri disana.

Changmin menutup matanya, membayangkan apa yang dikatakan Leeteuk padanya. Menggambarkan apa yang terjadi kepada Kyuhyun-nya di hari naas itu di dalam kepalanya, membayangkan seperti apa kalau dirinyalah yang menemukan Kyuhyun disana dan bukannya pembantu Kyuhyun, mengimajinasikan seandainya dia tau alasan sang sahabat melakukan hal bodoh seperti bunuh diri, kalau saja ia tahu…mungkin ia bisa menghentikan Kyuhyun sebelum sang magnae Super Junior itu berbuat nekat.

Dan saat akhirnya Changmin membuka matanya air mata itu jatuh lagi. Ia belum sanggup menerima kepergian Kyuhyun yang sangat tiba-tiba itu.

“Kyu…kenapa?”

 

Bisik Changmin sambil menutup matanya yang tak mau berkompromi dan terus mengeluarkan cairan bening itu dengan telapak tangannya. Sampai sekarang ia masih tidak mengerti akan alasan Kyuhyun untuk bunuh diri. Kenapa? Pertanyaan itu terus-terusan mengisi pikiran Changmin sampai-sampai ia tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya.

Tak tahan berlama-lama di dalam kamar mandi itu Changmin memutuskan untuk keluar dan duduk sejenak di kamar Kyuhyun. Jika ia bertahan lebih lama di dalam sana Changmin yakin dirinya tak akan bisa berhenti menangis. Entah mengapa Changmin seperti menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Kyuhyun, Changmin sadar ini semua tak ada hubungannya dengan dirinya. Dirinya bahkan tak tahu menahu tentang alasan kematian Kyuhyun tetapi satu sisi hatinya seperti menyalahkan dirinya sendiri. Seandainya saja ia bisa lebih perhatian pada Kyuhyun, seandainya saja ia mau memaksa Kyuhyun mengeluarkan semua keluh kesahnya, seandainya saja…Changmin jadi senang berandai-andai.

Changmin mendudukkan tubuhnya diatas ranjang single size milik Kyuhyun. Disini ia sering tidur bersempit-sempitan dengan Kyuhyun, saat mengingat kembali kenangan-kenangan itu Changmin tanpa sadar tersenyum. Ia memang sangat sering menginap di rumah sang partner in crime, bahkan tak jarang ia menghabiskan masa liburannya yang sangat langka berdua dengan Kyuhyun. Kyuhyun adalah orang pertama yang akan tahu apa saja yang terjadi padanya dan tanpa Changmin perlu memberitahunya Kyuhyun seperti bisa membaca pikiran Changmin.

Mereka berdua sangat dekat, seperti kedua kutub magnet yang saling tarik menarik begitulah Changmin dan Kyuhyun. Tanpa mereka sadari keduanya akan saling menarik satu sama lain, dimanapun Kyuhyun berada Changmin seperti selalu bisa menemukannya, apapun yang Changmin pikirkan Kyuhyun seperti bisa membacanya. Bahkan Yunho sering bertanya pada Kyuhyun bagaimana caranya ia bisa membaca perasaan Changmin.

“Insting, hyung”

 

Jawab Kyuhyun dengan cengiran khasnya tiap kali Yunho mengeluhkan sifat Changmin yang tertutup dan senang memendam masalahnya sendiri. Changmin memang tak pandai mengekspresikan perasaannya maka dari itu ada Kyuhyun disampingnya yang bisa menjelaskan perasaan si pria bertubuh kelewat tinggi itu.

Tetapi sekarang Kyuhyun telah tiada.

Tidak ada lagi orang yang bisa menjabarkan perasaan Changmin…

Tidak ada lagi orang yang bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah…

Tidak ada lagi orang yang mengerti dirinya bahkan melebihi dirinya sendiri…

Kyuhyun telah menyerah akan hidupnya, memilih untuk menjemput ajal itu terlebih dahulu sebelum sang empunya  mengambil hak untuk hidup itu darinya.

Lagi-lagi rasanya Changmin ingin menangis. Kata ‘mengapa’ kembali memenuhi pikirannya. Tak habis-habis rasanya pertanyaan itu keluar dari mulutnya, terucap di benaknya, terbisik di hatinya. Dan meskipun Changmin selalu mempertanyakan hal itu tak  ada seorangpun yang bisa menjawabnya.

Changmin menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit kamar Kyuhyun yang bercat putih. Apa selalu se-sepi ini? Apa kamar Kyuhyun selalu se-senyap ini? Changmin tak pernah menyadari itu selama ia berkunjung ke kamar Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun…kau benar-benar egois…”

Bisik Changmin. Direbahkannya tubuhnya yang lelah diatas tempat tidur Kyuhyun. Bahkan harum tubuh Kyuhyun masih bisa tercium dari tempat pembaringannya ini, seakan-akan si empunya kamar tidak pernah pergi dan masih berada disana.

“Wangi apel…wangimu Kyu…”

Jatuh cinta, putus, patah hati…semua itu dirasakan Changmin saat ia bersahabat dengan Kyuhyun. Entah sudah berapa kali Changmin datang kepada Kyuhyun dan bermonolog tentang wanita yang mencuri hatinya dan sudah entah berapa kali pula Changmin datang kepada Kyuhyun dan bermonolog tentang wanita yang telah mencampakkannya. Ia memang seorang artis yang sangat tenar dan memiliki jumlah fans wanita yang sangat banyak tetapi Choikang Changmin juga seorang pria biasa, ia bisa jatuh cinta dan ingin dicintai oleh orang yang dicintainya, itu sebuah perasaan yang manusiawi.  Kyuhyun, sang sahabat lah orang pertama yang selalu didatanginya.

“Apa salah kalau aku lebih muda darinya? Hanya beda empat tahun juga…”

 

Keluh Changmin. Terkadang Kyuhyun tak habis pikir dengan tingkah sahabatnya yang seperti menderita mother-complex alias menyukai wanita-wanita yang lebih tua darinya. Ribuan bahkan jutaan wanita muda di luar sana berlomba lomba untuk bisa menjadi pacarnya kenapa Changmin selalu jatuh kepada wanita lebih tua yang menganggapnya anak-anak dan cocok dijadikan selingan?

“Bukan masalah umur…ini masalah persepsi”

 

Bosan. Itulah yang sebenarnya dirasakan Kyuhyun. Berkali-kali jatuh cinta dan ujung-ujungnya patah hati berkali-kali pula ia harus menjadi tong sampah ‘galau’nya Changmin. Tidak, bukan hanya bosan…ada sedikit kekecewaan terselip dari nada suara Kyuhyun barusan.

“Mereka…wanita-wanita itu tidak menganggapmu serius”

 

Changmin menyesap beernya, ini sudah kaleng ke tiga sejak dua sahabat ini menginjakkan kaki ke bar tempat langganan mereka. Kyuhyun baru saja menyelesaikan schedulenya hari itu dan bersiap pulang ke dorm saat Changmin memintanya untuk datang ke tempat biasa-bar itu. Sebenarnya Kyuhyun seperti sudah bisa membaca apa yang ingin Changmin katakan tetapi demi persahabatan ia rela menukar waktu istirahatnya yang sangat sedikit dan menjadi tempat curhat Changmin-lagi.

 

“Kau terdengar sangat skeptis terhadap wanita, Kyu…”

Kyuhyun hanya menggedikkan bahunya seakan-akan tak perduli dengan tuduhan Changmin barusan. Ia memutar sedotan dalam gelas yang kali ini berisi orange juice-Leeteuk melarangnya untuk minum alkohol saat ia meminta izin untuk pergi dengan Changmin-

“Kau aneh Kyu…banyak wanita yang mengejar-ngejarmu bahkan tak sedikit dari mereka adalah artis yang lumayan terkenal tetapi tak ada satupun yang kau tanggapi”

 

Changmin mengutarakan kebingungannya. Benar, selama ini memang Kyuhyun terkesan acuh terhadap semua wanita yang datang padanya. Alasan Kyuhyun tak ingin berhubungan dengan wanita adalah karena ia ingin focus bekerja sebagai member Super Junior atau alasan lainnya adalah karena ia telah memberikan seluruh cintanya kepada ELF, terus terang bagi Changmin semua itu terdengar seperti sekedar alasan.

Kyuhyun menolehkan kepalanya sedikit, menatap Changmin dengan sudut matanya lalu tertawa.

“Kau berbicara seperti eommaku…”

Dan dengan acuhnya magnae Super Junior itu kembali sibuk dengan minumannya membuat Changmin hanya bisa mendesah pelan. Tak ada gunanya berdebat dengan Kyuhyun saat ia sedang dalam mood yang tidak baik, kalau kau tak mau disembur lebih baik diam dan ikuti permainannya. Bertahun-tahun kenal dengan Kyuhyun membuat Changmin mengerti betul sahabatnya tersebut.

Tatapan Changmin kepada sang sahabat terusik saat sang magnae yang lebih muda lima belas hari dari magnae yang satunya merasakan seseorang sedang menatap mereka berdua, lebih tepatnya menatap kearah Kyuhyun dengan intens. Changmin melirik dan menemukan seorang lelaki paruh baya sedang menatap Kyuhyun dengan tatapan…memuja? Tidak…ini lebih menjijikkan dari itu…he looked at Kyu like he wants to eat him up. Matanya menatap dengan penuh nafsu kearah sang sahabat yang tampaknya tidak sadar sedang ditatap selekat itu.

Kalau Changmin boleh jujur ini bukan yang pertama kalinya ada pria menatap Kyuhyun dengan penuh nafsu seperti itu bahkan menurut Changmin setiap kali mereka pergi berdua selalu saja ada orang yang menatap bahkan dengan sengaja berusaha menyentuh salah satu bagian tubuh Kyuhyun.  Inilah salah satu alasan mengapa Changmin selalu menyuruh Kyuhyun untuk mencari pacar.

Kyuhyun itu seperti magnet bagi kaum gay.

“Kyu”

 

Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap kearah Changmin, menatap sang sahabat yang bertubuh lebih besar dan lebih tinggi darinya itu dengan tatapan bingung. Kyuhyun bingung mendapati ada kemarahan di nada suara Changmin barusan bahkan kemarahan itu terlihat jelas di kedua manik matanya.

Dengan sengaja Changmin mencondongkan tubuhnya kearah Kyuhyun seperti akan memeluk tubuh kurus itu, ia memiringkan kepalanya dan berbisik tepat di telinga Kyuhyun.

“Ayo pulang, aku merasa gerah disini…”

 

Ucap Changmin dengan tatapan mata yang menatap lurus kearah pria yang sedari tadi memelototi Kyuhyun. Pria yang sadar kalau saat ini ia tengah berhadapan dengan singa lapar hanya bisa menatap dengan sebal lalu membuang mukanya, mengakui kekalahannya.

Changmin tersenyum.

“Langkahi dulu mayatku kalau kau ingin menyentuh Kyu…”

 

“Kau bilang apa?”

 

Tanya Kyuhyun bingung, ia merasa Changmin bergumam sesuatu tadi. Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil Changmin, si tiang listrik berbaik hati ingin mengantar Kyuhyun kembali ke dormnya. Kyuhyun menyadari mood Changmin tiba-tiba berubah baik sejak keduanya keluar dari bar langganan mereka. Apa yang terjadi sebenarnya?

“Tidak. Kau salah dengar”

 

Changmin bersiul senang.

Entah sudah berapa lama Changmin tertidur yang pasti saat ia membuka matanya sinar lampu di langit-langit kamar Kyuhyun membutakan matanya sesaat. Sepertinya matahari sudah terbenam dan langit di luar sudah gelap. Lagi-lagi ia memimpikan Kyuhyun, kenangan-kenangannya bersama sang sahabat yang tak akan pernah bisa terlupakan olehnya.

Changmin menggeliat pelan dan saat salah satu tangannya bergerak kebawah bantal yang dipakainya untuk tidur ia menemukan sesuatu disana. Sebuah buku.

“Cho Kyuhyun’s Journal”

Mata Changmin langsung membulat sempurna saat membaca rangkaian kata disampul buku itu. Jurnal milik Kyuhyun? Changmin bahkan tidak pernah tahu kalau Kyuhyun senang menulis Jurnal.

Penasaran. Saking penasarannya jantung Changmin berdegup sangat kencang seakan-akan ingin melompat keluar dari dalam dadanya sementara kedua telapak tangannya mulai basah oleh keringat. Bahkan ini lebih menegangkan daripada debutnya dulu.

Perlahan Changmin membuka buku tersebut. Tidak salah lagi, ini memang tulisan tangan Kyuhyun…

Ini adalah sesuatu yang tidak akan mungkin kuakui kepada siapapun maka dari itu aku menulis di dalam Jurnal ini.

Tuhan maafkan hambamu yang sungguh mendosa ini, aku tahu kalau pengakuanku ini adalah dosa yang tak termaafkan dan aku rela jikalau harus merasakan nerakamu setelah ini.

Tuhan…hambamu ini mencintai sesama jenis…aku jatuh cinta pada seorang lelaki…

 

Jantung Changmin sesaat kehilangan detaknya. Nafasnya tercekat, matanya membulat seakan hampir keluar dari tempatnya. Changmin tidak percaya dengan apa yang dibaca oleh matanya barusan. Sebuah pengakuan dari seorang Cho Kyuhyun yang menyatakan kalau dirinya adalah…

“Gay?”

to be continue…

A/N : This is supposed to be an oneshot tapi waktu ditulis ternyata sampai 26+ pages akhirnya saya putuskan untuk menjadikan ff ini short-chaptered fic alias ff pendek yang isinya 2-3 chapter^^

happy reading and do give me ur feedbacks. Thank you~

4 thoughts on “Muerte-01

  1. Ya!
    ShimChwang pabbo!
    *tabok chwang*
    -di tendang-
    Tapi secara gak langsung sepertinya chwang juga ada perasaan ama Kyu. Noh, sikap posesif dia pas di bar*stw*
    Aduh.. Bingung aku mau komen apa. Intinya, ini ruarr biasa, thor-nim!
    Update cepet lagi yak? Hehe
    fighting🙂

  2. huweee telaaaat bacanya, ternyata updete asap #nyengir gaje

    OMO , tiang listrik kau ini pabbo ato emang super pabbo, ishh pen nengelemin chwang ke sungai han !!!!
    apa nya yg sahabat kalo tak bs mengetahui apa yg dirasakan sahabatnya pdhl kyu bs tau tanpa changmin blng . . . huhuhu, seandainya smua bs diulang hikshiks #nyesek, hug babyKYU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s