Muerte – A Prolog

Title : Muerte

Pairing : broken!Changkyu

Rating : -no rate-

Genre : Angst

Warning : Character death

Disclaimer : i only own the plot and idea for the story but sadly the characters aren’t mine, they belong to themselves.

Hujan deras yang sejak pagi tadi membasahi kota Seoul sudah mulai mereda saat tubuh kurus dan ringkih itu telah berbaring dalam tempat peristirahatan terakhirnya.  Semua orang yang hadir dalam pemakaman itu larut dalam suasana hening dan kesedihan yang menyesakkan tak terkecuali namja tinggi yang saat ini menatap kosong peti berisikan jenazah sang sahabat perlahan-lahan diturunkan kedalam liang lahat.

Shim Changmin atau yang dikenal sebagai Choikang Changmin, magnae dari boyband terkenal asal Korea Selatan-TVXQ itu saat ini terlihat lesu. Wajahnya yang biasa terlihat berseri dan penuh semangat kali ini tampak lelah, maklum saja karena memang sejak semalam ia belum sempat beristirahat sama sekali.

Changmin beserta Yunho baru saja menapakkan kaki mereka di bandara Incheon saat tiba-tiba ponsel Changmin berdering nyaring. Changmin sedikit bingung saat mendapati sebuah nama tertera pada lcd smartphonenya itu.

 

Cho Ahra Calling…

 

Cho Ahra, Noona dari sang sahabat Cho Kyuhyun menelefonnya? Apa yang terjadi?

Meskipun sempat bingung untuk beberapa detik Changmin akhirnya memilih untuk menjawab telefon itu, pasti ada sesuatu yang penting sampai-sampai noona Kyuhyun menelefonnya.

“Noona? Ada apa menelefonku?”

 

Sesaat yang tertangkap oleh pendengaran Changmin hanyalah isakan. Ahra noona sedang menangis. Lagi-lagi perasaan aneh itu melingkupi dirinya. Memang sudah seminggu ini Changmin merasa ada sebuah kejanggalan tetapi kesibukannya bersama Yunho di Jepang membuat Changmin tak mau repot memikirkan perasaan aneh yang terus menerus menghantuinya bahkan membuatnya bermimpi buruk. Benar, Changmin kerap bermimpi buruk selama seminggu ini dan dalam semua mimpinya wajah sang sahabat-Cho Kyuhyun selalu ada disana.

“Minnie…Kyunnie-ku…”

 

Suara Ahra noona terdengar parau dan serak, entah sudah berapa lama ia menangis. Tubuh Changmin menegang saat suara parau itu membisikkan nama Kyuhyun disela-sela isakannya. Changmin seketika merinding.

Tidak mungkin.

“A-ada apa dengan Kyunnie, noona?”

 

Sedikit terbata Changmin bertanya. Yunho yang ternyata sudah berjalan mendahului sang magnae akhirnya berhenti dan berbalik demi melihat Changmin yang saat ini menatapnya dengan pandangan kosong, tangannya masih memegang smartphone milikknya dengan pegangan yang sedikit longgar di samping tubuhnya. Mulut Changmin sedikit terbuka dan tubuhnya bergetar.

“Min?”

Yunho berjalan mendekati Changmin yang masih membatu di tempat. Sang leader sedikit bingung mendapati Changmin dalam keadaan mematung dengan tatapan kosong, hampir saja Yunho mengira Changmin kesurupan saat akhirnya sang magnae yang sedikit lebih tinggi darinya itu buka suara.

“Kyuhyunnie…bunuh diri…”

 

Semuanya berlalu begitu cepat selama dua hari ini bagi Changmin. Begitu Ahra mengabarkan berita duka itu Changmin beserta Yunho yang memang pada saat itu bersamanya langsung pergi ke rumah duka tempat Kyuhyun disemayamkan, saat mereka sampai di kediaman keluarga Cho, rumah itu sudah ramai oleh orang-orang berpakaian serba hitam. Sangat kontras dengan pakaian Changmin dan Yunho yang memang belum sempat berganti baju.

Yunho dan Changmin disambut oleh Leeteuk yang tampak kusut, belum pernah Changmin dan Yunho melihat sang angel without wings milik Super Junior itu terlihat se’hancur’ itu.

Hal pertama yang dilakukan Leeteuk adalah memeluk kedua anggota TVXQ itu dengan erat, sangat erat. Changmin bisa merasakan air mata Leeteuk mengalir membasahi pundaknya. Sang leader menangis rupanya.

“Terima kasih kalian mau datang. Member yang lain sudah berada di dalam, ayo kita masuk”

 

Ucap Leeteuk saat akhirnya ia melepaskan pelukannya di tubuh kedua namja yang lebih tinggi darinya itu. Leeteuk menuntun kedua orang itu masuk kedalam kediaman keluarga Cho.

Begitu Changmin menapakkan kakinya kedalam rumah suasana sedih dan memilukan langsung membuat tubuhnya merinding. Sampai saat ini pikirannya masih menolak kenyataan kalau Kyuhyun-nya sudah tak lagi bernafas. Sang sahabat sudah menjemput ajalnya terlebih dahulu.

Changmin kenal dengan wajah-wajah yang ada di ruangan itu. Kedua orang tua Kyuhyun dan Ahra noona berdiri di samping sebuah peti yang Changmin yakini sebagai peti peristirahatan Kyuhyun, tidak perlu di deskripsikan betapa wajah-wajah itu syarat atas perasaan luka dan hancur yang amat sangat. Bahkan ibu Kyuhyun berkali-kali kehilangan kesadarannya akibat syok atas kehilangan sang anak kebanggaan dengan cara tiba-tiba.

Seluruh member Super Junior berdiri di sisi lain peti tersebut, Siwon tampak menutup wajahnya dengan satu tangan. Sungmin terlihat berusaha menahan isakannya sambil memegangi tubuh Ryeowook yang terlihat akan pingsan disampingnya. Yesung menatap peti Kyuhyun dengan tatapan kosong dan air mata yang terus mengalir, Heechul menundukkan kepalanya, poninya yang sudah memanjang menutupi sebagian wajah cantik sang Cinderella Super Junior, disebelahnya Hangeng juga melakukan hal yang sama dengan Heechul. Eunhyuk dan Donghae, tak bisa dijelaskan betapa keras keduanya menangis dan meraung, Kangin beserta Zhoumi, Henry, Shindong dan Leeteuk berusaha menenangkan keduanya walaupun mereka juga sama-sama merasa sakit dan pedih yang teramat sangat, terlihat dari bagaimana air mata terus meleleh membasahi wajah-wajah member Super Junior tersebut. Sedikit terpisah dari kerumunan itu tampak Kibum yang walaupun terlihat tenang tetapi acap kali mengusap matanya yang telah memerah dan sembap dengan punggung tangannya.

Sesak, itulah yang Changmin rasakan saat ini. Otaknya kosong dan ia tidak tau harus berbuat apa saat Yunho yang lebih bisa mengontrol emosi menuntunya berjalan kearah keluarga Kyuhyun.

“Kita harus memberikan penghormatan terakhir untuk Kyuhyun”

 

Bisik Yunho membuyarkan kekosongan pikiran Changmin, dengan langkah pelan keduanya berdiri di depan peti tempat Kyuhyun terbaring kaku tak lagi bernyawa.

Rasanya Changmin tak sanggup untuk melihat bagaimana sang sahabat sudah membujur kaku di dalam peti itu. Pipi Kyuhyun yang biasanya terlihat sedikit bersemu saat ini sudah tampak seputih cat, bibir penuh Kyuhyun yang selalu mengeluarkan ejekan-ejekan dan umpatan-umpatan kesal saat ia-dalam kejadian langka-kalah dalam game kali ini mengatup rapat dan terlihat membiru. Mata bulat Kyuhyun serta iris sewarna almond yang selalu menarik Changmin untuk menatapnya dalam-dalam kali ini tak lagi terlihat karena kedua mata itu telah tertutup untuk selamanya.

“Kyu…”

 

Bisik Changmin, satu tangannya bergerak menyentuh pipi Kyuhyun, mengharapkan kehangatan yang selalu didapatnya saat kulitnya dan Kyuhyun bersentuhan tetapi Changmin harus menelan kenyataan pahit karena kulit pucat Kyuhyun itu terasa sangat dingin dan membeku sekarang.

“Kyu…bangunlah…jangan bercanda…ini tidak lucu”

 

Ahra semakin terisak saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Changmin. Semua orang tidak percaya Kyuhyun akan pergi secepat ini.

“Changmin…”

 

Yunho menepuk pundak sang magnae, berusaha menyadarkan Changmin kalau apa yang dilihatnya saat ini adalah kenyataan. Tubuh Kyuhyun yang membujur kaku tak bernyawa di depan mereka ini adalah kenyataan. Tetapi Changmin tampaknya tak memperdulikan tepukan Yunho yang mencoba memberitahukan kenyataan padanya.

“Kyu…buka matamu…katakan sesuatu…aku merindukan suara caramel macchiato mu”

Dan tetesan air mata yang mati-matian ditahan Changmin akhirnya jatuh juga. Kyuhyun-nya telah tiada. Mata itu takkan membuka lagi dan suara Kyuhyun yang selalu disukai Changmin itu tak kan lagi bisa terdengar oleh telinganya.

TBC

*A/N : This is going to be a oneshot and this is only a prolog from the actual chapter. I will post the full chapter if i got a good feedbacks^^

7 thoughts on “Muerte – A Prolog

  1. huwaaaa, pagi2 dibkin nangis bombai, nyesek . . . . . .

    kenapa kyu bunuh diri author si???? wae??? wae????
    gak tega liat oppadeul seperti itu, apalg liat tiang listrik , huhuhu sedih :((

    please, next chap asap dun author si, jebal . . . penasaran, pen cepet2 bc smpe ending #plak, reader yg bnyk nuntut

    • huwaa…gomawo komennya *hug u*
      sempat ilang semangat juga karena udh post tp ga ada yang komen T^T
      malah sebenernya td nih ff pengen aku hapus tp karena baca komen dr Chingu jd semangat lagi…ternyata ada yang baca ;_;
      alasan Kyuhyun bunuh diri di next chapter yaa^^

  2. Tissue pwiss..hiks..
    baca part yang teukie muka kusut aja udah berkaca-kaca, ditambah lagi baca keadaan anak2 SJ yang begitu. Klimaksnya saat ShimChwang nyuruh Kyu bangun. Huweeee…
    Kenapa dirimu bunuh diri kyu? Waeee? *ala chwang*
    Update cepet ya, thor-nim.hehehe🙂

  3. Huweeee sedih bgt!!!!!!!!
    Knp babykyu harus meninggal? Why?!?
    Reaksi para member jg ngena bgt ke hatiku, Sampe berlinang air mata…

    Eonni-thor, update ASAP ya… Penasaran bgt apa yg buat babykyu harus bunuh diri? moga ini hanya mimpi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s